Tampilkan postingan dengan label Oneshot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oneshot. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

OUR HOLIDAY !!! - One Shoot - Fanfiction Super Junior -

OUR HOLIDAY !!!



- Cha Shin-woo - 
-  Goyangshi, Neunggok -

Dengan mengantuk aku menatap suasana malam hari di Neunggok lewat jendela taksi yang kutumpangi. Kami—aku dan Eun-hyuk—sedang berada di kota asal kekasihku itu. Sudah berbulan-bulan kami merencanakan perjalanan ini, karena sejak resmi pacaran—hampir setahun lalu—hingga sekarang aku belum pernah bertemu orangtua Eun-hyuk.

Selama beberapa bulan ini aku dan Eun-hyuk hanya dapat bertemu beberapa kali karena kesibukan kami masing-masing, apalagi sekarang Aquamarine sedang sibuk shooting untuk beberapa variety show—salah satu alasan mengapa kami sampai begitu larut sekarang ini juga karena aku harus lebih dulu menyelesaikan proses shooting Oh! My School bersama Dae-jia sebelum berangkat ke Neunggok—karena itu waktu libur yang hanya tiga hari ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya.

“…baiklah, akan kuhubungi lagi nanti,” kata Eun-hyuk pada managernya sebelum memutus sambungan telepon dan mematikan ponselnya agar liburan kami tidak terganggu. “Ah… akhirnya kita benar-benar berdua saja…” desahnya senang sambil menyandarkan kepalanya di pundakku. “Aku lelah sekali.”

Tanpa bicara kudorong kepalanya menjauh, tapi dengan ngotot Eun-hyuk kembali menumpangkan kepalanya di pundakku. Saat percobaan ketiganya juga tetap kutolak, dia menatapku dengan wajah cemberut.

“Kenapa?” tuntutnya dengan gaya kekanakan. “Kita jarang punya kesempatan begini, tapi kau malah dingin padaku. Gadis kejam,” gerutunya.

Aku memilih untuk tidak langsung berkomentar dan hanya menatap tajam matanya, membuatnya bergerak-gerak dengan gelisah di tempat duduknya. “Apa? Apa? Apa? Kenapa tiba-tiba aku merasa jadi seperti terdakwa begini?”

“Jadi aku gadis kejam, dan si pianis itu gadis cantiknya,” komentarku akhirnya dengan nada datar.

Wajah Eun-hyuk terlihat sangat menggelikan ketika menatapku kaget dengan mulut yang membulat membentuk huruf O. “Eh, ah… eh, kau menontonnya?” tanyanya kikuk.

Dengan santai aku bersedekap sembari mengamati tingkah gugupnya. “Strong Heart salah satu acara favoritku.”

Eun-hyuk tersenyum lebar dengan maksud untuk meluluhkan hatiku. “Itu tidak serius… hanya untuk pertunjukan. Lagi pula aku kan tidak macam-macam, hanya memujinya cantik—“

“Dan meminta nomor ponselnya,” selaku.

Eun-hyuk berpura-pura batuk. “Aku tidak benar-benar meminta nomor ponselnya. Hanya bercanda saja, agar penonton tertawa,” komentarnya pada akhirnya.

“Aku tidak tertawa.”

“Aish… masa kau tidak percaya padaku?” bujuknya sambil berusaha merangkulku, namun dengan sigap aku menghindar. Sempat terlihat olehku si supir taksi mengamati kami lewat kaca spion, tapi saat bertemu pandang denganku, dengan segera dia kembali menatap lurus ke jalan “Kalau tidak percaya cek saja ponselku. Ini, ini,” Eun-hyuk memaksaku untuk menerima ponselnya, tetapi dengan santai kumasukkan ponsel itu ke dalam tas ranselnya. “Cek dulu! Aku benar-benar tidak meminta nomornya!” desak Eun-hyuk frustasi.

“Aku hanya bercanda,” kataku pada akhirnya—tak tega mengerjainya lebih lama—sambil menutup mata dan mencari posisi duduk yang lebih nyaman. “Aww!” seketika mataku kembali terbuka sambil menjerit merasakan cubitan Eun-hyuk di pipiku yang langsung kubalas dengan menendang kakinya.

“Kau mengerjaiku!?” omelnya sambil mengusap kaki kanannya yang kutendang. “Padahal aku sudah cemas kau marah… argh, benar-benar…” gerutunya sambil menjauh dariku, menempel ke pintu taksi di sisi kirinya.

Prank'd - One Shoot - FF Kim's Family Gejeh Edition -

Prank'd



Ini cuma ff gejeh dari geng gejeh untuk para gejeh holic di dunia gejeh. tak ada yang nyata, benar, maupun waras dalam kisah ini.



Pengenalan tokoh :

Miya --> Shin Yu-ri / Pipi
Admin Shen --> Cha Shin-woo / Shen / Shendy
Admin Lee --> Lee Yoo-hee / Lee
Admin Park --> Park Dae-jia / Park
Mila --> Kang Hea-in
Victoria

Zhou Mi --> Mimi
Kim Soo-hyun --> Ohshanti
Kim Nam-gil
Choi Si-won
Noh Min-woo --> Minu
Lee Dong-hae --> Donge
Son Ho-young
Ok Taecyeon
Rain
Hwang Chan-sung --> Chanchan
TOP
Jung Yong-hwa --> Yongyong
Nickhun
Lee-teuk --> Spongebob
Eun-hyuk --> Unyuk / Patrick


============================


- Pulau pribadi keluarga Choi, rumah pantai -       

“Cup, cup, cup, udah, jangan nangis,” bujuk Park pada Mimi yang tengah bersandar di pundaknya.

“… hikzzz… tapi sakit hati banget nih…nyesek banget… si pipi tega ma aku!” isak Mimi. “bisa-bisanya dia selingkuh ama si ohshanti, padahal apa kurangku, coba?”

“Kurang daging,” cetus Dae-jia, yang segera mendapat delikan tajam dari mata merah Mimi + cubitan lembut di pipi.

“..hikzzz… imut banged sih..” isak Mimi *hoakakakakakk ~ sukasuka author!!

“Udahlah, masih banyak cewek cantik yang body-nya lebih asoy geboy dibanding si Pipi,” bujuk Hea-in yang sejak tadi memijat pundak Mimi.

“Tapi emang ga gampang ngelupain cinta,” kata Lee sok bijak. “Apalagi selama ini Mimi setia ama si Pipi, sama kaya aku yang cinta dan setia hanya pada Nam-gil oppa seorang,” sombongnya.

“Nyindir?” omel Park dan Hea-in kompak sambil mendelik ke arah Lee yang menyeringai sembari terus melanjutkan pekerjaannya memijat kaki Mimi *enak bener si Mimi dilayanin macam raja minyak gini.

Tanpa benar-benar sadar, sambil memijati kaki Mimi, Lee mendekatkan kaki pria itu ke hidungnya, dan segera mengernyit yeyek ketika menghirup aroma semerbak. “Bau!” serunya seketika *sapa suruh dicium!! wkwkwkwkwkwk.

Mimi yang sewot walau masih tetap dengan nangis bombaynya, segera menyepak Lee menjauh dari kakinya.

“…hikzzzz… coba ajah pipi kaya Park ato Hea-in onnie… hikzzzz… tetep setia mempertahankan suami biar kata punya namja laen… hikzzz…” Mimi memutar kepalanya kearah Hea-in dan menarik ujung bawah kaus wanita itu untuk membuat ingus, sementara si empunya baju gak sadar dijadikan tempat pembuangan *hoakakakkk ~ kapan lagi Lee ma sis mil punya kesempatan nyium aroma kaki + dapet ingus artis?? Wkwkwkwkwkwk ^^v

Minggu, 31 Juli 2011

OUR SPECIAL DAY !!! - One Shoot - Fanfiction Super Junior -

OUR SPECIAL DAY !!!



- 2 April -  
- Lee Hyuk-jae / Eun-hyuk - Hotel The Grand Daegu - Daegu, Korea -    

“Kau benar-benar tidak bisa?” tanyaku kecewa. “Aku ingin merayakan ulangtahunku bersamamu.”

“Maaf, tapi jadwal Aquamarine benar-benar penuh bulan ini,” sahut Shin-woo lewat telepon.
     
 Samar kudengar seseorang membuka dan menutup pintu—mungkin Dong-hae yang baru kembali dari ruang sarapan di lantai satu—ketika aku menghempaskan tubuh ke ranjang.

“Kita sudah lama tidak bertemu,” keluhku lagi pada kekasihku itu. “Apa kau benar-benar tidak bisa meluangkan waktu sehari itu saja?” desakku terus.

Dong-hae muncul. “Shin-woo?” tanyanya, dan kujawab dengan anggukan.

“Shin-woo… Honey, ayolah…” rengekku.

Terdengar dengusan khas Shin-woo. “Berhentilah bertingkah seperti bocah kecil,” omelnya. “Aku memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang harus kulaksanakan. Aku tidak bisa pergi begitu saja hanya untuk sekedar merayakan ulangtahunmu.”

“Sekedar? Kau bilang sekedar ulangtahunku!? Maksudmu hari kelahiranku tidak penting bagimu!?” suaraku meninggi karena kesal dan kecewa.

Shin-woo mendesah kesal. “Bisakah kau tidak berlebihan seperti ini?”

Sekarang aku benar-benar marah.“Berlebihan!? Aku!? kau—“

“Aku sibuk. Kita bicarakan lagi nanti. sampai jumpa.” Klik.

Aku menatap ponselku tak percaya. Apa-apaan ini? Gadis macam apa yang bersikap seperti ini padakekasihnya sendiri!? dia berkata mencintaiku, tapi tidak peduli sama sekali dengan hari ulangtahunku!? Apa dia tidak merasakan kerinduan yang sama seperti yang kurasakan? Sial! karena pekerjaan, kami sudah tidak bertemu selama hampir dua bulan!

HIGH LEVEL JEALOUS -- FF Geje (oneshoot)

HIGH LEVEL JEALOUS ---FF Geje #ga usah dibaca!


Annyeong all readers….


Berhubung saya lagi mandeg ide untuk nerusin Broken Link, #edisistucklevel. Taunya otak saya penuh sama ide ini, ide gejeh, gajeb, yang kalau ngaa dituangkan ke tulisan bikin kepala saya meledak karena saking overloaded *lebeh*

Masih berkisar antara kehidupan Keluarga Kim yang ga pernah, ga mungkin, ,mustahil, dusta besar, kalau ada di dunia nyata, tapi nyatanya keluarga ini ada di dunia gejeh dan hanya eksis di dunia maya.

Tapi sumpah ini bukan cerita komedi, saia ga bakat bikin yang lucu-lucu. Darah srimulat tidak mengalir di nadi saya. Jadi dimaklum aja kalau garing, crispy, kriuk. Tujuannya bukan bikin ff komedi daa…

Mulai aja yaa…daripada saya kebanyakan ngomong ntar keburu dibekep ma bibir suami-suami para readers *maunya*.


*****


Once upon a time….di sebuah warung Soju yang remang-remang gelap di pinggir jalan *ga mungkin banget kalo di tengah jalan* di suatu malam menjelang jam 12 teng. 3 orang pria sedang asyik ngobrol ngalur ngidul sambil minum soju dan makan bulgogi.

“Jadi kita fix menjalankan rencana ini?” tanya Soo Hyun. Pada kedua hyungnya karena umurnya lebih tua tapi lebih matang lho---Min Woo dan Siwon.

“Yups” jawab Siwon pendek sambil nengak botol evian. *Evian merek soju bukan??*

“Sekarang?” tanya Soo Hyun lagi dengan muka polos, yang segera dikasih toyoran di keningnya oleh Min Woo.

“Bukan. tahun depan aja kali” ketus Min Woo melotot.

“Peralatan sudah siap termasuk senjata utama, nih!” ujar Siwon sambil mengangkat ransel hitam yang penuh mengembung.

“Sebelum pergi kita cocokkan jam dulu, biar sama, beda satu detik saja maka fatal akibatnya” kata Min Woo sambil memutarkan jam arlojinya, semua mengikuti ulah Min Woo, “Ya. Jam 23.25.40. Done”

“Done” timpal Siwon dan Soo Hyun serempak.

“Let’s go!” ajak Siwon lalu mereka bertiga berjalan keluar dari warung soju dan menuju mobil Siwon. Hummer hitam---mobil hadiah kelahiran anak kembar 3 Dae Jia dan Siwon dari pasangan terkeren Min Woo dan Hea In. *preeettt*

Di mobil sebelum menjalankan mesinnya, masing-masing 3 pria itu mengencangkan resleting jaket kulit hitamnya.

“Diperkirakan 15 menit, waktu perjalanan sampai tujuan. Kita laksanakan sesuai site plan yang sudah ditetapkan” kata Min Woo sambil memperhatikan i-phonenya yang tergambar peta yang sudah ditandai setiap jalurnya. “Semua aman. Kita bisa meluncur sekarang” lanjutnya. Lalu dengan segera Siwon menghidupkan mesin mobil dan hummerpun melaju dengan kecepatan sedang.


*****

~Appartemen Dae Jia – Siwon~

Dengan hati-hati Dae Jia meletakkan Choi Sina---putri dari Dae Jia-Siwon, ke boxnya yang bernuansa Barbie, komplit dengan ranjang ala Barbie Mariposa. Si bayi yang berusia 3 bulan tertidur lelap sambil menghisap jempolnya. Setelah itu Dae Jia keluar kamar Sina menuju kamar anak kembar lainnya---Son Dae dan Kim Won.

Mengecek kamar si kembar prianya, 2 jagoan cilik mereka, sama sedang terlelap di kamar yang bernuansa ruang angkasa dan box mereka yang berbentuk roket. Bedanya dengan Sina, mereka kompak menghisap empeng (pacifier)---sebenernya karena ibunya males aja ngedenger mereka rewel jadi dicekokin empeng dari bayi biar ngga terlalu rewel. Ternyata stategi Dae Jia berhasil mereka lebih anteng menggunakan empeng. Padahal menurut pakar kesehatan anak, empeng itu adalah kebiasaan buruk, sama dengan menghisap jempol.

Tapi ya sutralah…anak Dae Jia ini, bukan anak gue. Haha.

Dae Jia menutup kamar anaknya dengan mengusap dada---lega. Menghembuskan nafas terakhir—eh, salah. Menghembuskan nafas lega, terbebas dari 3 mahkluk yang hobi bikin heboh tapi lucu menggemaskan.

“It’s ME TIME” gumam Dae Jia. Malam ini dia bersumpah akan memanjakan dirinya sendiri dengan mandi air hangat di bath tub, yang dipenuhi dengan busa melimpah dengan wangi lavender, sambil meminum wine di bath tub.

Memikirkan hal nyaman yang akan dialaminya membuat Dae Jia senyum-senyum sendiri, tapi kemudian senyumannya hilang seraya menatap pintu kamar anak-anaknya dengan tajam “kalau pada bangun, awaaassss! Ggggrrrr” geramnya.

“Woaahhh….nyamannya” kata Dae Jia ketika tubuhnya telah terbenam di bath tub air hangat yang penuh busa, dia menekan remote audio untuk menghidupkan musik lembut dan menyesap wine, untuk menambah relaksasi atas keletihannya mengurus bayi kembar 3 (suruh siapa brojol langsung 3,,ckckckck).

Kebetulan Siwon sedang keluar bersama Min Woo dan Soo Hyun. Jadi Dae Jia tenang melakukan kegiatannya sendiri tanpa ada interupsi mendadak dari suaminya yang hobinya merobek pakaian tidurnya.

Baru saja 10 menit bersantai, tiba-tiba ponselnya berdering….
Dan isi dari pembicarannya di telepon, mengagalkan rencananya untuk relaksasi…..
Dengan wajah geram Dae Jia terpaksa keluar dari bath tub….


****

~Appartemen Yoo Hee~


“Nah…akhirnya si putri Aurora terbangun dari tidur panjangnya setelah mendapatkan kecupan dari Pangeran Namgil. Akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya” Yoo Hee menamatkan cerita pengantar tidur untuk Eun Hee, bayinya yang baru berusia 8 bulan. Kamar Eun Hee didesain mirip dengan kerajaan negeri dongeng Sleeping Beauty.

Padahal Eun Heenya sendiri sudah tertidur sejak Yoo Hee memulai ceritanya dari halaman 1. buku setebal 60 halaman tersebut berhasil ditamatkan Yoo Hee untuk dirinya sendiri. Dengan senyum puas---entah karena berhasil menidurkan Eun Hee dengan cepat atau membayangkan dirinya sendiri menjadi Putri Aurora.

Bagi yang sudah mengetahui sejarah pernikahan Yoo Hee dan Nam Gil, bahwa Yoo Hee secara langsung dilamar dan diajak menikah oleh Nam Gil pas baru saja bangun tidur. Tanpa mandi dan gosok gigi, dengan rambut acak-acakan. Nam Gil secara tiba-tiba melamarnya, yang tentu saja segera disambut dengan anggukan iya dan mereka berdua pun kissing (?).

Memang cinta itu buta dan tidak memandang bau, tapi  mungkin saja pada waktu itu Nam Gil sedang pilek *I dunno*. Yang jelas author turut bahagia atas kejadian ini. prok..prok..prok…*standing applaus to audience who wearing a mask*

“Ah…akhirnya, aku sekarang bisa serius nonton drama korea favorite-ku” gumam Yoo Hee seraya mempersiapkan camilan untuk menemaninya menonton.

Dia pergi ke dapur, membuka freezer dan mengambil secup besar isi 1 liter ice cream Haagen Daz rasa banana caramel n choco chip *Ya ampun author ngilerr*
lalu mengambil potato chips rasa rumput laut “hmm..low fat chips, tidak mengandung kolesterol. Bagus…chips ini tidak bikin gemuk” gumam Yoo Hee membaca komposisi potato chips.
*lantas es krimnya gimana buu…..?? yg bikin gemuk justru es krim......*

Yoo Hee bersiap di depan sofa ruang tengah yang empuk lalu menyalakan home theathernya dan mulai menonton drama Bad Guy---yang sudah ditonton Yoo Hee ratusan kali.
*mentang-mentang Oppa muncul disini jadi ditonton terus, sampe DVDnya beset-beset karena keseringan disetel*

Tidak lupa sebelum menonton, Yoo Hee mempersiapkan bola-bola kertas dari koran bekas untuk melempar tv kala adegan kissing Gunwook – Taera terjadi---sebagai tanda protes dan jealous. “bibir oppa hanya untukku” putusnya.
*nah lho…didemo trueyes, author ga tanggung jawab ya*

Baru saja di episode 6, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan dengan geram karena merasa terganggu, Yoo Hee mengangkat telepon dan isi pembicaraan di telepon sontak membuat Yoo Hee menangis sedih…..


You're My Destiny -Oneshot-

Special Appearance : Teresia Dian as Shin Yu-ri



- 1986 -    
- Kim Nam-gil - Rumah Sakit -

“Kau bisa melihatnya, Nam-gil?” tanya Ayah padaku. “Yang ketiga dari kanan itu,” tambahnya bersemangat.

Aku berjinjit dan menempelkan wajahku ke kaca, berusaha untuk melihat lebih jelas sosok adik laki-lakiku yang baru saja lahir. Sulit. Aku hanya bisa melihat box bayi yang ditunjuk oleh Ayah. seandainya saja kami boleh masuk ke ruangan itu untuk melihat lebih dekat, tapi Ayah bilang kami akan dimarahi bila masuk ke sana.

“Tuan Kim!” aku dan Ayah sama-sama menoleh ke arah si pemanggil.

“Oh, Tuan Ma!” seru Ayah sembari berjalan menghampiri paman yang tak kukenal itu. sepertinya dia teman Ayah, karena mereka mengobrol dengan akrab.

Bosan dan penasaran, coba-coba aku berjalan menuju pintu menuju ruangan di mana adikku saat ini berada. Saat membuka pintu, aku melirik Ayah, tapi dia tak memperhatikanku. Tak ada suster atau dokter yang menahanku juga, maka aku buru-buru masuk dan segera menghampiri box adikku.

Wajahnya lucu dan agak aneh. kecil sekali. hah… sudah masuk ke mari, tapi dia tidur. padahal aku mau mengajaknya bicara.   

Suara-suara kecil di sebelah kanan box adikku membuatku menoleh, dan langsung bertatapan dengan mata bulat jernih. Cantik sekali… seperti boneka.

Perlahan aku bergerak mendekati boxnya. Adik kecil itu berselimut kain berwarna pink. kulitnya sangat putih. Pipinya tembam menggemaskan, membuatku ingin mencubitnya, tapi nanti dia akan menangis, lalu aku akan kena marah. Tidak, aku tak boleh mencubitnya.

Aku membaca papan namanya. Bayi perempuan ini bernama Lee… Yoo… hee. “Halo Yoo-hee,” sapaku.

Mungkin dia mengerti perkataanku, karena Yoo-hee kembali mengeluarkan suara-suara kecil tak jelas. Mulutnya yang mungil membulat. Manis sekali. hah… kenapa aku malah punya adik laki-laki, bukannya adik perempuan seperti boneka begini?

Kuulurkan tanganku menyentuh tangannya yang amat sangat mungil. Yoo-hee menyeringai dan tertawa, membuatku ikut tertawa.

“Astaga, kau tidak boleh masuk ke sini!”

Tersentak kaget, aku buru-buru menarik tanganku dan berputar menghadap suster yang sedang memelototiku.

“Maaf, aku—“

“Ayo keluar!” perintahnya tegas.

Aku menurut, tapi terakhir kali sebelum pergi, aku menoleh sekilas untuk melihat Yoo-hee. “Sampai jumpa nanti,” kataku.


Minggu, 15 Mei 2011

Big Family Gathering (Kim’s Family) -GeJeh Edition-

Annyeong!! aku kembali dengan edisi GeJeh ^^

Big Family Gathering (Kim’s Family)





-Kediaman keluarga Kim, kamar Eun-hee-

“Oee....oee...!!” Yoo-hee kebingungan, karena putrinya tak mau berhenti menangis sejak tadi. Padahal ia sudah mengganti pampers-nya, dan sudah menyusuinya. Tapi Eun-hee tak mau berhenti menangis juga.

“Oh Tuhan! Bagaimana ini?” Yoo-hee mengangkat bayi berusia 6 bulan itu ke dekapannya dan mencoba untuk menghentikan tangisnya dengan menepuk-nepuk punggungnya lembut. “Eun-hee-ah, uri Agi. Uljimayo! Omma Yeogisseo,” tapi tak berhasil, Eun-hee tetap saja menangis. “Ah, bagaimana kalau Omma menyanyi buat Eun-hee?” Yoo-hee berdeham singkat sebelum memulai menyanyi layaknya seorang penyanyi profesional *preeeet*. “Dengarkan Omma Eun-hee-ah, Chaiya...chaiya....chaiya...chaiya...chaiya....challi chaiya...chaiya...chaiya...chaiya...” *jiaaah....malah nyenyong lagu ini?* “Eh, Mian Eun-hee-ah, kasetnya salah. Ehm...Timang-timang anak Bang Nam-gil, jangan menangis Omma di sini.” Yoo-hee bernyanyi dengan merdunya *wkwkwkwk*

“Oeee....oeee....!” Eun-hee tetap tak mau berhenti menangis. Aiiisshh...Sebenarnya ada apa dengannya?, batin Yoo-hee dalam hati. Biasanya ia tak pernah begini. Apakah ada yang sakit? “Mungkin aku bisa bertanya pada Hea-in Onnie,” tiba-tiba Yoo-hee teringat pada salah satu temannya itu. Sambil menggendong Eun-hee yang masih saja menangis, Yoo-hee meraih ponsel yang terletak di meja di dekat boks bayi. Dan mulai mencari nama Hea-in di daftar nama dalam ponselnya. Namun, belum sempat ia memencet tombol dial, tiba-tiba sebuah panggilan masuk. “Hea-in Onnie? Baru saja—“

“Yoo-hee, ada kabar mengejutkan!” Hea-in menyela perkataan Yoo-hee.

“Kabar mengejutkan? Apa itu?” tanya Yoo-hee penasaran, seolah-olah ia lupa bahwa Eun-hee yang berada dalam gendongannya masih tak berhenti menangis *dasar Ibu-ibu Arisan, kalo udah ngobrol pasti lupa ama anaknya wkwkwk*

Minggu, 24 April 2011

Finally She’s Come Out...!!! (Kim’s Family Fanfiction) -GeJeh Edition-

Annyeong Semuaa!! aiishh...lama sekali saia tidak nongol, Miaan yaa....terutama buat Geng GeJeh hehe....PulsaQ abis Ciin...belom lagi koneksi Inet yg lelot plus tugas menumpuk *curcol daa*. tapi aku datang membawa oleh-oleh atas cuti-ku kemarin hehe.....maklum lagi GeJeh, jadi yang keluar FF GeJeh daa, padahal ALS ngendap lama tuu hihihi....*mian, ada kemungkinan ALS gak lanjot* :p...tapi mudah2an bisa bikinin One Shot aja dee buat kalian..soalnya klo bikin TBC suka gak lancar gitu ^^

Semoga gak pada bosen bacanya yaa....dan harapanku cuma satu, semoga kalian semua terhibur dengan FF Aneh bin GeJeh ini ...^^

Ah...udah kebanyakan bacot saia nii, langsung aje dee....ni FF GeJeh masih tetap tentang keluarga Kim, walaupun sekarang bukan hari spesialnya Nam-gil Oppa, tapi gak ada salahnya kan klo bikin FF GeJeh lagi...ah...masih aje berbacot ria diriku ini hehe.....oke dah langsung aje ye....CEKIDOOT!!FF ini kupersembahkan untuk Sista2...GENK GEJEHq tercintaa.... (Destira Andari Fikri (Admin Park), Mila Minuhae dan Teresia Dian).

-Lee-

_________________________________________________________


Finally She’s Come Out...!!! (Kim’s Family Fanfiction)


Kim Eun-hee, bayi Kim Nam-gil & Lee Yoo-hee


-Salon Kecantikan, Seoul-

Hari Minggu adalah hari yang paling menyenangkan bagi Dae-jia, karena di hari ini, ia bebas dari segala sesuatu yang harus ia kerjakan. Mulai dari mengurus suami-suaminya, mengurus pacar-pacarnya sampai mengurus selingkuhan-selingkuhannya *wkwkwkwk*. Di hari Minggu ia bisa bersantai, memanjakan dirinya, merawat tubuhnya dan tentu saja penampilannya. Ia menyebut hari ini sebagai ‘Me Time’. Yeah hari dimana ia bisa menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri.

“Ah...nyaman sekali,” desahnya saat si Balon alias banci salon memijat-mijat kulit kepalanya lembut.

“Miss, kukunya mau dicat warna apa?” tanya pegawai wanita yang bertugas untuk me-‘medicure-pedicure’ kuku jari kaki dan tangannya. Hari ini, ia menginginkan ‘full service’ dari ujung kepala hingga ujung kaki tak boleh terlewatkan.

“Hmm...warna pink saja,” jawab Dae-jia santai sambil tetap memejamkan matanya menikmati pijatan lembut di kulit kepalanya.

Tanpa diperintah lagi, pegawai wanita itu pun duduk bersimpuh dan memohon ampunan eh salah mulai melaksanakan pekerjaannya memotong kuku-kuku Dae-jia dan mengoleskan cairan kental berwarna pink yang menimbulkan sensasi dingin di saraf-saraf jarinya. Namun, baru setengah jalan si pegawai wanita membubuhkan cat warna eh cat kuku ke kuku-kuku lentik Dae-jia, tiba-tiba lagu ‘Sorry-sorry’ dari Suju mengalun dari ponselnya yang ia letakkan di tas tangannya. Dae-jia merutuk pelan karena lupa mematikan ponselnya, “Haiiishh.....siapa sih yang menggangguku?”

“Mau saya ambilkan Miss?” tawar si Balon dengan nada lembut mengalun bagai alunan biola yang senarnya putus. “Dari Kim’s House Miss, mau diangkat atau tidak?” si Balon membacakan nama si penelepon.

Kim’s House?, tanya Dae-jia dalam hati. “Tumben Yoo-hee Onnie tidak menelepon menggunakan ponselnya,” gumamnya pelan. “Apa mungkin dia kehabisan pulsa?” *curcol*

“Miss?” tanya si Balon lagi sembari menyodorkan ponsel Samsung galaxy-tab berwarna pink *emang ada?* ke arahnya.

“Eh, iya. Tolong diangkat dan dekatkan ke teligaku,” perintah Dae-jia. Si Balon menurut. “Yoboseyo!” sapa Dae-jia pada si penelepon.

“Nyonya Dae-jia?” sapa si penelepon, yang ternyata Bibi Ma, pelayan di rumah mereka.

“Eh, Bibi Ma. Kukira Yoo-hee Onnie, ada perlu apa Bi?”

“Anu, itu...Nyonya Yoo-hee, mau melahirkan...” jawab Bibi Ma terbata, “Di sini tidak ada orang lain lagi,” tambahnya buru-buru. “Bisakah Nyonya membantu saya?”

“Mwo? Jigem?”

A BIRTHDAY PARTY (Kim's Family) - Kim Nam Gil Fanfiction - Gejeh Edition -

Wah...ini sebenarnya udah lama sekali ngepost-nya di page 'elfanfic' (Facebook) tapi karena kesibukan *preeeett* jadi blog-nya sempet gak keurus hehe....mian semua!! ^^

Moga terhibur dengan FF GeJeh ini yaa....

-Lee-
_________________________________________________

Kim's Family


A BIRTHDAY PARTY (Kim's Family) - Kim Nam Gil Fanfiction - Gejeh Edition -



-6 Maret 2011, de Ferts Cafe`-

Tiga orang wanita cantik nan modis sedang berkumpul dan bercengkrama di salah satu meja cafe` de Ferts, yang terletak di tengah kota Seoul. Suasana cafe` yang menyenangkan membuat mereka bertiga larut dalam perbincangan seru dan menghibur. Sesekali ketiganya tertawa bersama, memperlihatkan kekompakan yang sama sekali tak dibuat-buat. Bagi orang yang melihat, pasti tak akan pernah terbersit dalam pikiran mereka bahwa ketiga wanita itu—sebenarnya empat, tetapi karena kesibukan yang terlalu padat *lebayyy* wanita yang satu lagi harus datang terlambat—adalah istri-istri dari seorang pria yang sama. Menurut akal sehat, hal itu pasti aneh dan tak mungkin terjadi, karena pasti tak akan ada satu wanita pun yang mau dimadu oleh suaminya.

Tetapi keajaiban itu terjadi di keluarga Kim Nam-gil. Yeah, siapa yang tak mengenal Kim Nam-gil, seorang pria tampan menawan, sekaligus aktor yang terkenal hingga seantero jagat raya *lebayy lagi, ni Author lebay mulu dari tadi, haha....abaikan, kita lanjot lagi nyok!*. Hingga membuatnya dipuja dan digilai banyak wanita. Banyak wanita di seantero negeri yang sangat memujanya, dan berharap menjadi istri atau kekasihnya. Oleh karena itu, ketiga wanita yang beruntung ini *eh salah empat* demi cintanya kepada suaminya, hingga rela berbagi suami dan tetap terlihat kompak tanpa dendam sedikit pun *hebat bener, aslinya gak mau ni :p*.

“Mana Shin-woo? kok dia lama sekali?” tanya Hea-in—istri sirri Kim Nam-gil—mulai terlihat tak sabar, “aku ada janji dengan Min-woo nih, sekitar satu jam lagi.” Hea-in melirik jam weker, eh salah jam tangannya untuk yang ke sepuluh kalinya *rajin bener ya Author ampe ngitungin*.

“Hah...iya nih, Shin-woo lama sekali. Aku kan juga harus bertemu dengan Si-won Oppa,” gerutu Dae-jia—istri ketiga Kim Nam-gil—tak mau kalah, ia duduk di sebelah kanan Hea-in.

Yoo-hee, yang merupakan istri pertama dan paling dicintai Kim Nam-gil *dikeroyok bini-bini laen :p*, mendesah lelah. Kehamilannya yang memasuki trimester pertama membuatnya sedikit pusing dan mual-mual, morning sick ceritanya.

“Kau tidak apa-apa Yoo-hee?” tanya Hea-in khawatir saat melihat wajah Yoo-hee yang berubah pucat.

Sabtu, 05 Februari 2011

FANFICTION (By Nikuzu Tsuki Kirei)

FANFICTION  (FF Lomba elfanfic)


Disclaimer: Your Beautiful atau He is Beautiful © SBS. Author hanya meminjam (tanpa ijin) karakter-karakter yang ada di YB untuk kepentingan pembuatan fic (gaje, abal, dan nista) ini.

Warning: OOC (mungkin), OOT (sangat), OON (authornya)... (sedikit) mengarah ke shounen-ai (BL).

Genre: Humor (gak lucu), romance(?), parody (aneh), comedy (bukan putar).

A/N: Ini adalah sebuah fic yang idenya muncul tiba-tiba begitu author (yang baru selesai dari panggilan alam) membaca fic YB di FFn. Awalnya yang akan dikirim untuk lomba di eLfanfic bukan yang ini tapi fic lain (yang tidak beda jauh nistanya dengan fic ini). Lalu, mengapa pilih yang ini? Jawabannya karena author tiba-tiba terjangkit virus pair JongKi (belum akut)... XP

Yosh, daripada author bicara panjang lebar dan makin tidak jelas ada baiknya kita mulai saja fic (gaje, abal, dan nista) ini...

Happy Reading.... v(^.^)v



FANFICTION


By: Nikuzu Tsuki Kirei a.k.a Tsukismoon Kirei (di FFn *cuma reader belom jadi author*)
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Malam itu, seorang pemuda berambut blonde tengah bersantai di ruang TV di kediaman para A.N.JELL. Pemuda yang mempunyai bibir mungil--merah marun—itu sedang memainkan laptop sambil memakan cookies sebagai cemilannya.

Seperti biasa yang dilakukannya setiap malam sehabis show, pemotretan, atau hal-hal lainnya yang dilakukan oleh A.N.JELL—adalah duduk bersantai di ruang TV sambil memainkan laptop untuk meng-update info-info tentang A.N.JELL. Umm... Sepertinya lebih pas kalau dibilang, dia sedang meng-update info tentang dirinya sendiri. Yah, seperti yang kita ketahui bersama pemuda yang bernama lengkap, Kang On Nyu  atau yang lebih akrab disapa Jeremy ini, termasuk orang yang cukup narsis.

“Ahhh... Lagi-lagi aku nomor tiga..!!” keluhnya kesal, ketika melihat hasil polling kepopuleran anggota A.N.JELL, sambil mengerucutkan bibir mungil –merah marun—nya itu. “Cihh, setidaknya sejak kedatangan Go Minam, aku tidak di nomor bontot lagi..” Katanya menghibur diri sendiri sambil menggigit cookiesnya.

Tiba-tiba, website A.N.JELL yang sedang dibukanya mendapat sebuah kiriman. Itu adalah sebuah kiriman fanfiction dari fans mereka. Sontak melihat itu, wajah Jeremy yang tadinya kecewa berubah menjadi sumringah. Ia adalah member –satu-satunya—yang paling update fanfic-fanfic dari fans. Sudah seminggu dia telah menunggu chapter lanjutan dari fanfiction favoritenya, The Tri-Angel.

GO DAISY...GO! FIGHTING! (By Desi Fitriani)

GO DAISY...GO! FIGHTING!  (FF Lomba elfanfic)


SCENE1



Go Daisy -10 Oktober 2009- Seoul, Korea (Apartemen Keluarga Go)


“Hoahm.. Ahh.. Pagi yang cerah, aku masih bisa menikmati hari ini seperti biasa, terima kasih Tuhan.” Ujarku sambil merebahkan tubuhku dan beranjak bangun. Masih dengan wajah kusut dan rambut acak-acakan sebangun tidur, aku beringsut dari tempat tidurku untuk membuka jendela kamar, dan segera membuka pintu kamar untuk menuju ke dapur, karena wangi masakan omma rupanya telah membangunkanku.

“Ommaa,,,sarapan apa kita hari...” Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku, tiba-tiba sebuah kain lap mendarat tepat di mukaku.

“Aahh.. Onnie maaf, aku tak sengaja menjatuhkan kain itu,” terdengar suara Go Eun Min, adikku yg berusia 3 tahun lebih muda dariku, dari atas tangga.

“Hhh..Eun Min! Kau tahu, tadi aku jelas-jelas melihat tanganmu mengayunkan kain lap itu ke arah mukaku, kau sengaja kan!? Awas kau yaa.” Semburku sambil berlari ke arah tangga.

Melihat hal itu Eun Min langsung berlari menghambur ke atas apartemen yang berada di atas apartemen kami, sembari berteriak. “Minho-ah.. Buka pintumu, onnie gembul sedang mengejarku, hahaha!”

Secepat kilat aku berlari, dan dengan cepat menarik baju Eun min, hal itu tidak sulit kulakukan karena aku adalah atlet atletik di sekolah sekaligus rutin latihan taekwondo di dojang yang berada tak jauh dari apartemenku. “Kauuuu...kemarikan pipimu haah! Mau aku bikin apa enaknya? Kimbab, atau bibimbap hmm?!”

“Ampun onnie, hahaa, aku benar-benar tak sengaja, tanganku tiba-tiba bergerak sendiri. Entahlah, mungkin kain lap ku bereaksi melihat iler yang masih berada di mulutmu.” Ringis Eun Min smbil tertawa.

“Kauu!” Belum sempat aku arahkan cubitan ke pipi Eun Min, tanganku tiba-tiba ditarik dengan keras dari belakang seakan-akan akan mau dipelintir. “Aww! Sakit. Minho, apa yg kau lakukan? Sakit tau, jangan bilang kau mau mengajakku sparing lagi sekarang.” Sambil menoleh ke arahnya aku memelototkan mataku ke arah Choi Minho, tetanggaku yang tinggal di atas apartemen kami, sekaligus teman bermainku dan Eun Min sejak kecil.

“Aigoo, pagi-pagi dua kakak beradik cerewet sudah membuat keributan di depan apartemenku, hah! Dasar kurang kerjaan, hmm.. Mau aku hukum seperti apa kalian ha?”

Aku hanya meringis kecil sambil berupaya melepaskan tangannya dari cekalan Minho. “Dan kau Daisy. Sepertinya kau belum cuci muka sama sekali, huh, gadis macam apa kau? Dasar kau pendek.”

“Hey..! Berhenti menyebutku pendek, dan berhenti memanggil langsung ke namaku, kuingatkan padamu aku ini kakakmu tahu, 3 tahun lebih tua darimu, kau harus memanggilku noona!”

“Apa? noona?! Ommo, tidak tidak, panggilan noona tidak cocok untuk gadis ceroboh seperti kau, bukankah dari kecil selalu aku bertidak sebagai kakak? Jika kau terluka aku yang menggendongmu, jika kau sendirian dirumahmu aku yg menemanimu, jika kita sedang jalan orang sering mengira aku kakaknya dan kau adikku mengingat tinggi kita berbeda 25cm lebih. Jika....”

“Cukup-cukup, berhenti mengungkit tinggi badanku, sekarang lepaskan tanganku,oke..”

“Minhoo, tak usah kau lepas, kau cekal terus saja sekalian cekal tangannya yg satu lagi, biar aku bebas. Lagian dia begitu bau, belum mandi dan lihat, bahkan masih ada iler menempel di sudut mulutnya. Aku tak tahan berlama-lama berdiri disebelahnya.” Sahut Eun Min sambil nyengir menyebalkan.

“Hey kau, anak kecil tak tau diri, awas kau di rumah!”

“Sudah-sudah... Eun min pergilah, sesuai permintaanmu aku akan menawan onnie baumu ini, karena ada hal yg mesti aku sampaikan.”

“Awww...!” Jeritku ketika Minho meraih tanganku yang satunya lagi, cukup mudah dilakukannya dengan posturnya yang jauh lebih tinggi dari aku.

“Dadah onnie... Mee..rong!” Teriak Eun Min sambil menjulurkan lidahnya. “Minho, kamsahamnidaa.” Suara Eun Min terdengar begitu menyebalkan ditelingaku.

“Eun Min-aah...assh! Kau lihat, gara-gara kau anak itu melunjak, sekarang cepat katakan apa maumu aku mau makan, lapar sekali..”

“Waw, kau makan tanpa mencuci muka dulu, dasar.”

“Cepatlah lepaskan aku, dan katakan apa yang kau inginkan.”

“Hmm..okaay..baiklah..” Minho mulai bicara sambil mengendurkan pegangannya. “Tadi pagi aku mendapat pesan singkat di ponselku dari Sabeum Kim, dia bilang bulan depan akan ada turnamen kejuaraan taekwondo tingkat daerah, dan kau tahu hadiah utamanya, peserta yang memenangkan juara pertama putera-puteri berhak untuk ikut latihan selama 1 bulan di Doljang Red Tiger yang terletak di pulau Jeju.”

“Oh ya??” Mataku langsung membesar bercahaya, “benarkah itu?! Mengapa Sabeum Kim tidak mengabariku juga. Ahh..dia pilih kasih.”

Who is The Ice Man...?? (Rita Ashio Maryati)

Who is The Ice Man...?? (FF Lomba elfanfic)



Nama saya choi ji won..saya gadis biasa dan sangat sederhana...lahir dari keluarga sederhana tapi dengan ibu yang luar biasa..saya anak tunggal dari seorang single parents..kami mempunyai kedai kecil dan inilah yang menghidupi saya dan ibu sampai sekarang... kedai ini sangat sederhana..hanya terdiri dari 4meja dengan masing 4 kursi di sekelilingnya dan dapur di bagian belakang..

cckkkttt kkkkrrriiinnnggggiiiinnngg pintu di buka pertanda ada pelanggan datang

“selamat siang selamat datang di kedai kami..”sapa aku seraya memberi senyuman karena kata ibu kita harus memberi kesan yang baik dan menghormatinya karena mereka adalah raja..

lelaki itu tidak tersenyum..dia langsung duduk di kursi meja 2

“ini menunya silahkan dipilih” dia tidak bicara sama sekali... hanya melihat sekilas ke arah saya lalu menunjuk pada menu yang diplihnya yaitu sup ayam plus nasi...

“minumnya ..??” lagi lagi dia tidak menjawab hanya menunjuk pada sebuah air mineral.

“ada lagi..??”dia hanya menggelengkan kepala

“baik saya ulangi..pesanan anda adalah sup ayam plus nasi dan minumnya air mineral..silahkan tunggu 15 menit”
tidak ada senyuman apalagi kata terima kasih..sepertinya dia pendatang..mahasiswa yang akan kkn kalo tidak turis domestik yang hanya ingin melepas penat dari sesak ibu kota...berusia sekitar 21tahun dengan tinggi 184cm berwajah bulat,mata kecil,alis tebal dengan tahi lalat di hidungnya yang mancung cukup tampan...bukan tapi sangat tampan..

FULL HOUSE DAY ~YongSeo Couple (By Rabiah Adawiah)

FULL HOUSE DAY  (FF Lomba elfanfic)
~YongSeo Couple


DORM CN BLUE

8.00 am.

Jonghyun keluar dari kamar Yonghwa dengan terburu-buru disertai mimik puas. Dari dalam kamar terdengar suara Yonghwa yang mengomel. Jonghyun tidak menghiraukannya. Ia memutar-mutar topi koboi berwarna biru hasil jarahannya.

“Hyung, kau apakan Yonghwa hyung?” Minhyuk bertanya melihat Jonghyun yang cengar-cengir tidak jelas.

“Hehe... aku sudah punya topi untuk take gambar nanti. Ayo jalan!” katanya masih memutar-mutar topi di tangannya. Ia mengajak Minhyuk keluar dari dorm secepatnya.

Minhyuk menyingkirkan lengan Jonghyun dari bahunya.  “Ngak mau, ah! Aku mau sarapan dulu. Jungshin-ah, minta kopi dong... sekalian sandwich-mu!” Minhyuk mengeluarkan senyum dan tatapan lovely-nya.

Jungshin muntah melihatnya. Ia menyodorkan kopi dan sandwich dengan kasar di atas bar kecil. Tidak lama, Yonghwa keluar dari kamar. Jonghyun refleks berlindung di balik Minhyuk. Yonghwa mendelik melihat tingkahnya. Sambil menggaruk rambutnya yang berantakan, ia berjalan ke dapur meminta kopi pada Jungshin.

“Hyung, kamu kan belum tidur. Kenapa minta kopi. Nanti kau tidak bisa tidur loh!” Jungshin bertanya, tapi Yonghwa dengan cueknya mengambil gelas milik Jungshin.

Ia menyesap sedikit, lalu melirik Jungshin.

“Itu ekspresso! Yang dikirim Park Shin Hye noona kemarin.” jawab Jungshin.

Mendengarnya, Yonghwa hanya angkat bahu, lalu menegak mug-nya. Ia berlalu menuju ke sofa sambil membawa mug ekspresso-nya.

“Kau tidak mau tidur hyung?” Minhyuk heran melihat Yonghwa, yang belum tidur semalaman namun nekat meminum ekspresso.

“Iya, hyung... Kau harus tidur hari ini!” kata Jonghyun takut-takut.

Yonghwa mendengus. Menatap jengkel pada Jonghyun, lalu berkata dengan nada sinis yang dimilikinya, “Siapa yaa, yang tidak membiarkanku tidur.”

“Yaa! Hyung kau pelit sekali sih. Aku kan sedang mengalami bad hair day, jadi sangat butuh topi. Kalau hasil pemotretan jelek, kan nama C.N Blue juga yang rusak.” Jonghyun berusaha membela dirinya.

“Kau kan memang tidak pernah merawat rambutmu, hyung. Tidak heran kalau rambutmu rusak.” Jungshin berkata tanpa dosa, sambil mengusap rambutnya yang lurus. Minhyuk tertawa.

“Haisss! Bocah ini!” Jonghyun mendesis kepada Jungshin.

“Kalian pergilah! Kau bukankah ada schedule juga Jungshin-ah?” Yonghwa berkata kepada mereka, sambil menyalakan tivi.

Kamis, 03 Februari 2011

I LOVE YOU (Saranghae) (By Nytha Sekar)

I LOVE YOU (Saranghae) --- (FF Lomba elfanfic)


Cast:

-          Cho Kyuhyun (Super Junior) as him self
-          Nytha Sekar as Lee Young In
-          Jung Yong Hwa (CNblue)  as him self
-          Selebihnya hanya tokoh karangan saja^^


Genre : Romance


-Lee Young In-

“Maafkan aku tapi lebih baik kita berpisah saja”

Perkataan Yong Hwa bagai petir di siang bolong. Pria yang telah menjadi kekasihku 3 tahun ini memutuskan untuk meninggalkanku begitu saja tanpa sebab yang jelas.

“Tapi, memangnya ada masalah apa? Selama ini kupikir hubungan kita baik-baik saja” aku mengguncang lengannya berharap Yong Hwa mengubah keputusannya. Aku belum bisa atau mungkin tidak akan bisa menerima perpisahan ini. Aku begitu mencintainya.

“Young In, aku sudah jenuh dengan hubungan kita. Sebaiknya memang kita akhiri saja semuanya. Mianhe, Young In”.

Yong Hwa berlalu meninggalkanku yang berdiri mematung di taman kota. Kurasakan mataku memanas. Sekarang pipiku telah basah oleh air mata. Sepertinya hidupku telah hancur. Yong Hwa, satu-satunya sumber kebahagianku pergi begitu saja. Aku berjalan tanpa arah menyusuri jalan kota yang mulai sepi. Aku berhenti di sebuah jembatan. Hatiku terlalu sakit hingga otakku pun sudah tak mampu berpikir lagi. Ini mungkin jalan terbaik.

Ku naikkan kaki kananku pada terali jembatan disusul kaki kiriku.

“Ayah, Ibu, maafkan aku. Aku sudah tidak sanggup hidup di dunia ini lagi. Kalian telah tiada dan sekarang Yong Hwa yang merupakan penyemangat hidupku pun pergi meninggalkanku begitu saja. Ayah, Ibu nantikan aku, aku akan menyusul kalian. Di alam sana pasti damai kan?” aku menarik napas perlahan dan mempersiapkan diri untuk melompat.

“Hei, Nona. Kau mau bunuh diri ya?” seorang pria berkaus putih mendekat ke arahku. Aku hanya diam membulatkan tekadku untuk melompat.

“Hei, Nona. Kau ini bisu ya? Kalau kau mau bunuh diri jangan di tempat ini. Kusarankan kau cari tempat lain saja. Kalau kau mati di sini, bisa-bisa tempat ini tak ramai lagi”

Argghh, siapa sih pria ini. Bisa-bisanya dia mengganggu proses ‘pelepasan rasa sedihku’.

“Nona, kau dengar aku tidak?” Pria itu terus saja berteriak ke arahku.

From Tetangga WIth Love -Superjunior Fanfiction- (By Fira Maya Safira)

From Tetangga WIth Love  (FF Lomba elfanfic)


Genre: Humor

Donghae kesal.
Dia selalu bangun lebih telat dari ayam jagoya. Padahal dari dulu ia dendem banget  ma tu ayam jago. Coz, selama ini selalu aja ayam jagonya yang ngebangunin dia sampe jantungan. Untung ga koit, kalo ia ff ini judulnya The Death of Donghae, bukan From Tetangga With Love ..

Bagusnya, tu ayam dipotong trus digoreng dimakan bareng ma Onew. Tapi Donghae ga enak ma Yesung. Ayam itu kan pemberian Yesung pas ultahnya Donghae kemaren. Dan kalo Yesung ke rumah Donghae suka nanyain tuh ayam, “Si Ryeowook masih idup ?”
Yesung emang ada-ada aja namain ayam jagonya ‘Ryeowook’. Padahalkan itu salah satu temen mereka ada yang namanya ‘Kim Ryeowook’ hihihihi ....
~~~
Suatu hari, pas Donghae lagi asik manjat pohon jambu dibelakang rumah. Ia melihat keluarga baru dengan anak ceweknya yang cakep abis .. Matanya  langsung kedap-kedip ngeliatin tu cewek lagi nyiram bunga. Pegangannya pada pohon itu mengendur dan .... gubrak !
Donghae jatoh dari pohon. But, apalah arti sakit kalo punya tetangga baru yang kece ?.
~~~

Sejak punya tetangga baru yang kece. Donghae jadi jarang ngumpul lagi sama ganknya yang dinamain ‘Super Junior’. Jarang ngecengin kakaknya Kyuhyun yang cakep lagi. Hobinya saban hari nangkring aja di pohon jambu. Siapa tau tuh cewek nyiram kembang lagi. Sampe babenya curiga.

“Lo kenapa Hae manjatin pohon jambu mulu ? Kan buahnya udah abis ? Mau ngintip orang mandi lo ye ?”

Sabtu, 22 Januari 2011

MY PERFECT PRINCE (One Shot)

MY PERFECT PRINCE



Cast:

Fitria Primi Aprilia as Shin Hyo-rin
Kim Hyun-joong as Him Self
Yuli ~Admin Lee~ (Author) as Lee Yoo-hee




-Shin Hyo-rin, Seoul University of Agriculture-

“Hai...! kau melamun yaa? Dia memang tampan,” ledek Yoo-hee sahabatku.

“Ah...eh...tidak, aku tidak sedang memperhatikan Kak Hyun-joong kok,” sahutku kikuk.

“Ehm...kapan aku pernah bilang bahwa yang kau perhatikan itu Kak Hyun-joong?” tanyanya dengan memasang senyum andalannya.

“Hah...kau ini?!” kutinju lengannya ringan.

“Kau tak bisa berbohong padaku Hyo-rin, kau menyukainya kan? Sudah...jujur saja, pada sahabatmu sendiri kau masih tak mau jujur kah?”

Yoo-hee benar, aku memang selalu memikirkannya akhir-akhir ini. Kim Hyun-joong, kakak tingkatku, si pria sok sempurna itu,  tapi tak salah dia memang sempurna. Selain tampan, dia juga pandai dan menjadi mahasiswa kesayangan dosen-dosen di kampusku. Tapi sikapnya yang dingin dan sok idealis itu yang awalnya membuatku tidak menyukainya. Namun entah mengapa akhir-akhir ini, aku selalu memikirkannya? Apakah aku mulai menyukainya? Hah...aku tak tau...semoga saja tidak...lagi pula, aku sekarang sedang dekat dengan seseorang walaupun hanya dari dunia maya, jadi tidak mungkin aku menyukainya...

“Kau mulai melamun lagi rupanya,” olok Yoo-hee kembali membuyarkan lamunanku.

“Ah...tidak kok, aku tidak sedang melamun.”

“Ya, kau memang tidak sedang melamun, cuma sedang memikirkan seseorang.”

“Kau ini peramal ya? Dari tadi kau main tebak saja!” gerutuku.

LOVING YOU...(One Shot)

LOVING YOU...(One Shot)




Cast:
Nytha Sekar as Lee Young-in
Cho Kyun-hyun as him self
Kim Nam-gil as him self
Yuli ~Admin Lee~ (Author) as Lee Yoo-hee
Miya (Teresia Dian) as Shin Yuri



-Lee Young-in-

Hari ini, hari Minggu yang cerah, secerah suasana hatiku. Seseorang yang kutunggu-tunggu akan segera tiba, seseorang yang sanggup membuat hatiku bergetar saat melihatnya. Sudah lama sekali aku memendam rasa sukaku padanya, karena aku tahu tak mungkin dia akan menerima cinta dari anak kecil sepertiku. Tapi tidak, itu 5 tahun yang lalu, sekarang aku sudah dewasa, umurku sudah 18 tahun dan aku bukan anak kecil lagi. Kembali kuperiksa dandananku di depan cermin, aku harus terlihat sempurna hari ini. Dengan memakai kaos merah muda dan dipadu dengan bolero berwarna gading berlengan pendek serta rok selutut dengan warna senada, kurasa penampilanku sudah cukup sempurna hari ini, sambil tersenyum menatap cermin di depanku.

Ting...Tong...!!!

“Young-in....cepat buka pintunya....Ibu dan Kakakmu sedang menyiapkan makanan di dapur,” terdengar seruan Ibu dari dapur.

“Baik Bu,” sahutku bersemangat, ini pasti dia. Oh Tuhan...aku benar-benar gugup, orang yang kucintai akan segera tiba. Sudah lama sekali aku tak melihatnya, semenjak kepergiannya ke Amerika 5 tahun yang lalu. Dia pergi ke Amerika untuk meneruskan kuliahnya di Harvard University. Kemarin, saat mendengar berita bahwa dia sudah berada di Seoul—sejak dua hari yang lalu—dari Kak Yoo-hee, kontan hatiku melonjak bahagia karena akhirnya aku bisa bertemu dengan pujaan hatiku itu. Dan terlebih lagi hari ini dia akan berkunjung ke rumahku, Oh..betapa senangnya hatiku, rasanya tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Dengan melompat gembira aku segera berlari ke depan pintu dan dengan hati berdebar kubuka kenop pintu tersebut.

Benar saja, begitu kubuka pintu terlihat sosok pemuda tampan dengan tinggi 184 cm, menggunakan kaos abu-abu polos dipadu dengan jaket biru tua serta celana Jeans. Kak Nam-gil, dia tak banyak berubah, tetap mempesona seperti terakhir kali aku melihatnya. Hanya saja, sekarang ada kumis tipis di antara hidung mancung dan bibirnya. Dia tersenyum ke arahku, senyum yang sangat menawan, membuat jantungku bagai ingin melompat keluar dan sensasi aneh yang kurasakan di perutku.

Jumat, 21 Januari 2011

TOTALLY FAIL (one shot)

Anneyong semuwa….

Author gejeh yang tak beradab kembali…. Hehehe!!! *dilempar permen ma duit recehan…

Sudah baca Fanfic-ku yg Third Room belum?? Karena fic ini aku bikin berdasarkan cerita dari sana.

Disini menceritakan bagaimana bisa seorang Hea In yang super duper cantik #plakk ~kelewat narseesssss buuuu!!!  berhubungan dan pacaran dengan seorang Noh Min Woo yang super duper ganteng #ga usah diplakk, ini kenyataan emang benerr!!

Memang author masii gemeterr ama Third Room chapter 6 itu dan masii terbawa suasana. Jadi dengan sangat terpaksa dan dengan sangat ingin menyalurkan pikiran ero-ku terhadap sosok suami keduaku jadi ehm..ehm…
Ya udah daripada ntarr banyak ngemeng kaya tukang obat…cekidot yaa….
Dan yang penting ga bolee ngirii krena Noh Min Woo hanya milik saia seorang….#digamparr hwanjas…

*************

JUDUL :  TOTALLY FAIL (one shot)



Genre : romance (kayanya…)

Rated : NC 18+ (sekali lagii author mohon perhatiin ratednya yaa…)


Cast :

Noh Min Woo

Kang Hea In (author)


************

Suatu sore yang cerah di suatu tempat, Seoul…

<<HEA IN POV>>

“yoboseyo…” jawabku ketika ponselku berdering.

“apa ini Hea In agashi?”

“ya betul…siapa ini?”

“ahh..agashi, saya Pak Jun pelayan Tuan Muda Noh Min Woo..”

Aku tersentak mendengar bahwa pelayan Min Woo meneleponku, ada apa dengan Min Woo? Aku memang sudah hampir 2 minggu tidak bertemu dengannya di kampus. Beberapa kali aku menghubungi ponselnya sering kali tidak aktif, kalaupun aktif tidak pernah diangkat.

“Agashi, Tuan Muda sedang sakit, sekarang dia ada di rumah, saya diminta untuk menghubungi agashi agar agashi bersedia datang ke rumah Tuan Muda untuk menemuinya”

“Min Woo sakit apa Pak Jun?”

“Sebaiknya agashi datang saja, supir akan menjemput agashi sejam lagi”

“Baiklah”

“Gamsahamnida agashi”

Selasa, 11 Januari 2011

HARUMAN / 하루만 (Just One Day) FF NC

Hai 'elfanfic' Mania, sesuai permintaan, Saya (Admin Lee) membuat FF NC yang pernah saya janjikan, tapi sebelumnya saya ingin berterima kasih kepada admin Park yang sudah membantu menjadi editor hingga FF ini menjadi lebih baik, terima kasih banyak Park...tanpa bantuanmu mungkin FF ini tidak akan berkesan...*Bow* mohon maaf jika FF ini tidak berkenan di hati pembaca khususnya penggemar Nam Gil Oppa, karena ini hanya Fanfiction jadi bukan hal yang nyata *kebanyakan bacot*

Seperti kebanyakan FF NC yang lainnya, saya akan memberi peringatan khususnya bagi yang belum cukup umur dimohon jangan membaca FF ini karena tidak baik bagi kesehatan, ya sudah daripada kebanyakan bacot saya langsung saja pada FFnya, selamat menikmati.


________________________________________

HARUMAN / 하루만 (Just One Day)





- Kim Nam Gil -           

“Pagi, kak,” sapa seorang gadis manis berambut panjang, mengagetkanku yang kini sedang duduk termenung seorang diri di taman rumah sakit.

“Ahh… kau Yoo Hee,” balasku.

Sudah 2 minggu yang lalu aku mengenalnya, sejak aku diperbolehkan keluar menggunakan kursi roda oleh dokter. Setiap pagi aku pergi ke taman rumah sakit untuk menghilangkan rasa penat dan bosan karena suda satu bulan aku dirawat di rumah sakit ini. Ya, tidak terasa sudah lewat satu bulan sejak kematian sahabatku dalam perang yang dilancarkan Korea Utara di pulau Yeonpyong.

Masih segar dalam ingatanku. Hari itu kami sedang melancarkan serangan di pulau Yeonpyong, perbatasan barat antara Korea Selatan dan Korea Utara yang sebelumnya telah berhasil diserang Korea Utara dengan meluncurkan bom artileri. Aku dan teman-teman satu peleton yang saat itu sedang melaksanakan wajib militer dikirim ke perbatasan untuk melakukan serangan balasan.

Peperangan berlangsung sangat sengit, dengan suara tembakan terdengar dimana-mana. Suatu ketika komandan perang menyatakan mundur, namun aku tak bisa bergerak karena kakiku tertimpa sebuah pohon besar, membuatku tak dapat merasakan kakiku lagi. Aku sudah pasrah, tapi Eun Jo datang bagaikan dewa penyelamat bagiku, dia menyelamatkanku dengan berusaha mengangkat pohon itu seorang diri. Akhirnya dia berhasil menarikku keluar, dan saat kami sedang berlari, sebuah peluru melesak mengenai punggung Eun Jo. Malam itu Eun Jo tewas. Aku merasa bersalah atas kematiannya. Dia harus mati karena menolongku. Seandainya dia tidak pergi untuk menolongku, pasti dia tidak akan mati…

“Hai… apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Yoo Hee dengan senyum cerianya, mengembalikanku ke masa kini.

“Eh… tidak ada,” jawabku sekenanya.

“Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu,” tanyanya, masih penasaran dengan apa yang kupikirkan tadi.

“Benar, tidak ada yang serius. Aku hanya ingin menikmati indahnya pagi ini.”

“Oh… oke, kalau kau memang tidak ingin menceritakannya padaku, aku tidak keberatan,” ucapnya sambil terus tersenyum.

Kupandangi mata hitam jernihnya yang menatapku dengan penuh perhatian. Dia gadis yang baik. Setiap pagi dia selalu menghiburku dengan cerita-ceritanya yang sarat makna, sejak mengenalnya aku menjadi lebih baik. Cerita-cerita yang selalu dituturkan dengan lancar dari bibirnya yang mungil mengembalikan  semangat hidupku yang hilang semenjak kematian Eun Jo.

Keceriaannya yang lugu dan tulus membuatku kembali tersenyum. Aku selalu mengingat kata-katanya yang mengatakan bahwa penyesalan panjang tidak akan ada gunanya, karena masa lalu ada untuk dipelajari bukan untuk disesali. Usianya memang beberapa tahun lebih muda dariku, tapi kata-katanya yang sarat makna mampu membuatku terkesima dan mulai kembali menata hidupku yang hancur berantakan.

Sampai sekarang aku belum tahu penyakit apa yang dideritanya hingga dia dirawat di rumah sakit ini. Setiap kali aku ingin menanyakannya, pertanyaan itu sirna begitu saja saat melihat senyum ceria yang selalu tersungging di bibirnya itu, seolah-olah dia tidak sedang menderita penyakit apapun.