GO DAISY...GO! FIGHTING! (FF Lomba elfanfic)
SCENE1
Go Daisy -10 Oktober 2009- Seoul, Korea (Apartemen Keluarga Go)
“Hoahm.. Ahh.. Pagi yang cerah, aku masih bisa menikmati hari ini seperti biasa, terima kasih Tuhan.” Ujarku sambil merebahkan tubuhku dan beranjak bangun. Masih dengan wajah kusut dan rambut acak-acakan sebangun tidur, aku beringsut dari tempat tidurku untuk membuka jendela kamar, dan segera membuka pintu kamar untuk menuju ke dapur, karena wangi masakan omma rupanya telah membangunkanku.
“Ommaa,,,sarapan apa kita hari...” Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku, tiba-tiba sebuah kain lap mendarat tepat di mukaku.
“Aahh.. Onnie maaf, aku tak sengaja menjatuhkan kain itu,” terdengar suara Go Eun Min, adikku yg berusia 3 tahun lebih muda dariku, dari atas tangga.
“Hhh..Eun Min! Kau tahu, tadi aku jelas-jelas melihat tanganmu mengayunkan kain lap itu ke arah mukaku, kau sengaja kan!? Awas kau yaa.” Semburku sambil berlari ke arah tangga.
Melihat hal itu Eun Min langsung berlari menghambur ke atas apartemen yang berada di atas apartemen kami, sembari berteriak. “Minho-ah.. Buka pintumu, onnie gembul sedang mengejarku, hahaha!”
Secepat kilat aku berlari, dan dengan cepat menarik baju Eun min, hal itu tidak sulit kulakukan karena aku adalah atlet atletik di sekolah sekaligus rutin latihan taekwondo di dojang yang berada tak jauh dari apartemenku. “Kauuuu...kemarikan pipimu haah! Mau aku bikin apa enaknya? Kimbab, atau bibimbap hmm?!”
“Ampun onnie, hahaa, aku benar-benar tak sengaja, tanganku tiba-tiba bergerak sendiri. Entahlah, mungkin kain lap ku bereaksi melihat iler yang masih berada di mulutmu.” Ringis Eun Min smbil tertawa.
“Kauu!” Belum sempat aku arahkan cubitan ke pipi Eun Min, tanganku tiba-tiba ditarik dengan keras dari belakang seakan-akan akan mau dipelintir. “Aww! Sakit. Minho, apa yg kau lakukan? Sakit tau, jangan bilang kau mau mengajakku sparing lagi sekarang.” Sambil menoleh ke arahnya aku memelototkan mataku ke arah Choi Minho, tetanggaku yang tinggal di atas apartemen kami, sekaligus teman bermainku dan Eun Min sejak kecil.
“Aigoo, pagi-pagi dua kakak beradik cerewet sudah membuat keributan di depan apartemenku, hah! Dasar kurang kerjaan, hmm.. Mau aku hukum seperti apa kalian ha?”
Aku hanya meringis kecil sambil berupaya melepaskan tangannya dari cekalan Minho. “Dan kau Daisy. Sepertinya kau belum cuci muka sama sekali, huh, gadis macam apa kau? Dasar kau pendek.”
“Hey..! Berhenti menyebutku pendek, dan berhenti memanggil langsung ke namaku, kuingatkan padamu aku ini kakakmu tahu, 3 tahun lebih tua darimu, kau harus memanggilku noona!”
“Apa? noona?! Ommo, tidak tidak, panggilan noona tidak cocok untuk gadis ceroboh seperti kau, bukankah dari kecil selalu aku bertidak sebagai kakak? Jika kau terluka aku yang menggendongmu, jika kau sendirian dirumahmu aku yg menemanimu, jika kita sedang jalan orang sering mengira aku kakaknya dan kau adikku mengingat tinggi kita berbeda 25cm lebih. Jika....”
“Cukup-cukup, berhenti mengungkit tinggi badanku, sekarang lepaskan tanganku,oke..”
“Minhoo, tak usah kau lepas, kau cekal terus saja sekalian cekal tangannya yg satu lagi, biar aku bebas. Lagian dia begitu bau, belum mandi dan lihat, bahkan masih ada iler menempel di sudut mulutnya. Aku tak tahan berlama-lama berdiri disebelahnya.” Sahut Eun Min sambil nyengir menyebalkan.
“Hey kau, anak kecil tak tau diri, awas kau di rumah!”
“Sudah-sudah... Eun min pergilah, sesuai permintaanmu aku akan menawan onnie baumu ini, karena ada hal yg mesti aku sampaikan.”
“Awww...!” Jeritku ketika Minho meraih tanganku yang satunya lagi, cukup mudah dilakukannya dengan posturnya yang jauh lebih tinggi dari aku.
“Dadah onnie... Mee..rong!” Teriak Eun Min sambil menjulurkan lidahnya. “Minho, kamsahamnidaa.” Suara Eun Min terdengar begitu menyebalkan ditelingaku.
“Eun Min-aah...assh! Kau lihat, gara-gara kau anak itu melunjak, sekarang cepat katakan apa maumu aku mau makan, lapar sekali..”
“Waw, kau makan tanpa mencuci muka dulu, dasar.”
“Cepatlah lepaskan aku, dan katakan apa yang kau inginkan.”
“Hmm..okaay..baiklah..” Minho mulai bicara sambil mengendurkan pegangannya. “Tadi pagi aku mendapat pesan singkat di ponselku dari Sabeum Kim, dia bilang bulan depan akan ada turnamen kejuaraan taekwondo tingkat daerah, dan kau tahu hadiah utamanya, peserta yang memenangkan juara pertama putera-puteri berhak untuk ikut latihan selama 1 bulan di Doljang Red Tiger yang terletak di pulau Jeju.”
“Oh ya??” Mataku langsung membesar bercahaya, “benarkah itu?! Mengapa Sabeum Kim tidak mengabariku juga. Ahh..dia pilih kasih.”
Tampilkan postingan dengan label Choi Min Ho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Choi Min Ho. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Februari 2011
Who is The Ice Man...?? (Rita Ashio Maryati)
Who is The Ice Man...?? (FF Lomba elfanfic)
Nama saya choi ji won..saya gadis biasa dan sangat sederhana...lahir dari keluarga sederhana tapi dengan ibu yang luar biasa..saya anak tunggal dari seorang single parents..kami mempunyai kedai kecil dan inilah yang menghidupi saya dan ibu sampai sekarang... kedai ini sangat sederhana..hanya terdiri dari 4meja dengan masing 4 kursi di sekelilingnya dan dapur di bagian belakang..
cckkkttt kkkkrrriiinnnggggiiiinnngg pintu di buka pertanda ada pelanggan datang
“selamat siang selamat datang di kedai kami..”sapa aku seraya memberi senyuman karena kata ibu kita harus memberi kesan yang baik dan menghormatinya karena mereka adalah raja..
lelaki itu tidak tersenyum..dia langsung duduk di kursi meja 2
“ini menunya silahkan dipilih” dia tidak bicara sama sekali... hanya melihat sekilas ke arah saya lalu menunjuk pada menu yang diplihnya yaitu sup ayam plus nasi...
“minumnya ..??” lagi lagi dia tidak menjawab hanya menunjuk pada sebuah air mineral.
“ada lagi..??”dia hanya menggelengkan kepala
“baik saya ulangi..pesanan anda adalah sup ayam plus nasi dan minumnya air mineral..silahkan tunggu 15 menit”
tidak ada senyuman apalagi kata terima kasih..sepertinya dia pendatang..mahasiswa yang akan kkn kalo tidak turis domestik yang hanya ingin melepas penat dari sesak ibu kota...berusia sekitar 21tahun dengan tinggi 184cm berwajah bulat,mata kecil,alis tebal dengan tahi lalat di hidungnya yang mancung cukup tampan...bukan tapi sangat tampan..
Nama saya choi ji won..saya gadis biasa dan sangat sederhana...lahir dari keluarga sederhana tapi dengan ibu yang luar biasa..saya anak tunggal dari seorang single parents..kami mempunyai kedai kecil dan inilah yang menghidupi saya dan ibu sampai sekarang... kedai ini sangat sederhana..hanya terdiri dari 4meja dengan masing 4 kursi di sekelilingnya dan dapur di bagian belakang..
cckkkttt kkkkrrriiinnnggggiiiinnngg pintu di buka pertanda ada pelanggan datang
“selamat siang selamat datang di kedai kami..”sapa aku seraya memberi senyuman karena kata ibu kita harus memberi kesan yang baik dan menghormatinya karena mereka adalah raja..
lelaki itu tidak tersenyum..dia langsung duduk di kursi meja 2
“ini menunya silahkan dipilih” dia tidak bicara sama sekali... hanya melihat sekilas ke arah saya lalu menunjuk pada menu yang diplihnya yaitu sup ayam plus nasi...
“minumnya ..??” lagi lagi dia tidak menjawab hanya menunjuk pada sebuah air mineral.
“ada lagi..??”dia hanya menggelengkan kepala
“baik saya ulangi..pesanan anda adalah sup ayam plus nasi dan minumnya air mineral..silahkan tunggu 15 menit”
tidak ada senyuman apalagi kata terima kasih..sepertinya dia pendatang..mahasiswa yang akan kkn kalo tidak turis domestik yang hanya ingin melepas penat dari sesak ibu kota...berusia sekitar 21tahun dengan tinggi 184cm berwajah bulat,mata kecil,alis tebal dengan tahi lalat di hidungnya yang mancung cukup tampan...bukan tapi sangat tampan..
Langganan:
Postingan (Atom)