Tampilkan postingan dengan label Son Ho Young. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Son Ho Young. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Prank'd - One Shoot - FF Kim's Family Gejeh Edition -

Prank'd



Ini cuma ff gejeh dari geng gejeh untuk para gejeh holic di dunia gejeh. tak ada yang nyata, benar, maupun waras dalam kisah ini.



Pengenalan tokoh :

Miya --> Shin Yu-ri / Pipi
Admin Shen --> Cha Shin-woo / Shen / Shendy
Admin Lee --> Lee Yoo-hee / Lee
Admin Park --> Park Dae-jia / Park
Mila --> Kang Hea-in
Victoria

Zhou Mi --> Mimi
Kim Soo-hyun --> Ohshanti
Kim Nam-gil
Choi Si-won
Noh Min-woo --> Minu
Lee Dong-hae --> Donge
Son Ho-young
Ok Taecyeon
Rain
Hwang Chan-sung --> Chanchan
TOP
Jung Yong-hwa --> Yongyong
Nickhun
Lee-teuk --> Spongebob
Eun-hyuk --> Unyuk / Patrick


============================


- Pulau pribadi keluarga Choi, rumah pantai -       

“Cup, cup, cup, udah, jangan nangis,” bujuk Park pada Mimi yang tengah bersandar di pundaknya.

“… hikzzz… tapi sakit hati banget nih…nyesek banget… si pipi tega ma aku!” isak Mimi. “bisa-bisanya dia selingkuh ama si ohshanti, padahal apa kurangku, coba?”

“Kurang daging,” cetus Dae-jia, yang segera mendapat delikan tajam dari mata merah Mimi + cubitan lembut di pipi.

“..hikzzz… imut banged sih..” isak Mimi *hoakakakakakk ~ sukasuka author!!

“Udahlah, masih banyak cewek cantik yang body-nya lebih asoy geboy dibanding si Pipi,” bujuk Hea-in yang sejak tadi memijat pundak Mimi.

“Tapi emang ga gampang ngelupain cinta,” kata Lee sok bijak. “Apalagi selama ini Mimi setia ama si Pipi, sama kaya aku yang cinta dan setia hanya pada Nam-gil oppa seorang,” sombongnya.

“Nyindir?” omel Park dan Hea-in kompak sambil mendelik ke arah Lee yang menyeringai sembari terus melanjutkan pekerjaannya memijat kaki Mimi *enak bener si Mimi dilayanin macam raja minyak gini.

Tanpa benar-benar sadar, sambil memijati kaki Mimi, Lee mendekatkan kaki pria itu ke hidungnya, dan segera mengernyit yeyek ketika menghirup aroma semerbak. “Bau!” serunya seketika *sapa suruh dicium!! wkwkwkwkwkwk.

Mimi yang sewot walau masih tetap dengan nangis bombaynya, segera menyepak Lee menjauh dari kakinya.

“…hikzzzz… coba ajah pipi kaya Park ato Hea-in onnie… hikzzzz… tetep setia mempertahankan suami biar kata punya namja laen… hikzzz…” Mimi memutar kepalanya kearah Hea-in dan menarik ujung bawah kaus wanita itu untuk membuat ingus, sementara si empunya baju gak sadar dijadikan tempat pembuangan *hoakakakkk ~ kapan lagi Lee ma sis mil punya kesempatan nyium aroma kaki + dapet ingus artis?? Wkwkwkwkwkwk ^^v

Jumat, 11 Februari 2011

ANOTHER LOVE STORY...Chap 5

Disclaimer: Kisah ini hanya sekedar fanfics (Fiktif)  belaka, nama tokoh, kisah, tanggal dan tempat kejadian yang terdapat di sini hanyalah  berdasarkan rekaan penulis belaka.


Chapter 5


-Kampus KAIST, Daejeon-

“Nyesel ya?!” olok Syindi sepulang latihan.

“Enggak kok!” sahut Tia cuek sembari melenggang pergi.

“Halah...ngaku aja deh Tia, kamu pasti nyesel deh. Aku kan tau kamu ikutan klub tari buat ngejar Si-won. Lagian setahuku kamu gak pernah tuh ikutan grup-grup seperti itu.”

Tia mendengus, “Sejak kapan kamu peduli ama aku? Udahlah, lagian masih ada Kak Ho-young,” ujarnya santai. Syindi hanya menggeleng-geleng heran mendengar jawaban Tia tersebut.

“Kamu harus mengganti waktu istirahatku!” ujar Syindi kemudian.

“Apa?” Tia tak mengerti.

“Kamu gak inget, aku udah nungguin kamu latian dari tadi. Dan itu udah bikin waktu istirahatku berkurang,” gerutu Syindi.

“Ih...kamu ini, gak tulus banget sih!”

“Sejak kapan aku tulus ama kamu?!”

Tia kembali mendengus, “Halah...kamu seneng aja abis ketemu Kak Hyuk-jae,” ledeknya seraya tersenyum jahil.
“Kamu tuh yaa—“

“Udah...jadian aja, kalian udah cocok tuh!” Tia menyeringai senang karena kini ia berhasil memancing emosi Syindi. Tapi dia segera lari saat melihat Syindi mulai marah dan hendak memukulnya dengan buku yang dipegangnya.

“Jangan lari kamu!” geram Syindi terus mengejar Tia yang sudah jauh di depannya dan masih tertawa-tawa mengejeknya sambil sesekali menoleh ke belakang.

Kamis, 10 Februari 2011

ANOTHER LOVE STORY...Chap 4

Disclaimer: Kisah ini hanya sekedar fanfics (Fiktif)  belaka, nama tokoh, kisah, tanggal dan tempat kejadian yang terdapat di sini hanyalah  berdasarkan rekaan penulis belaka.


Chapter 4



-Rumah kontrakan, Yuseong-gu-

Mila sudah selesai bersiap—memakai baju pesta cantik berwarna biru toska dengan bahan sutra—saat bel pintu berbunyi. Itu pasti Min-woo, pikirnya. Dia bergegas keluar kamar dan membuka pintu. Min-woo sudah berdiri di depan pintu rumah itu dan tersenyum senang saat melihat Mila. “Kau cantik sekali dengan gaun itu sayang,” pujinya seraya mengecup kening Mila lembut. Mila hanya tersenyum mendengarnya, senyum yang dipaksakan. Sekilas terlihat sedikit keraguan di balik senyum tersebut. “Kau sudah siap?”

“Ya, sebentar. Aku akan mengambil tas dulu di dalam.”

“Tunggu,” tahan Min-woo. “Sepertinya kau tidak bersemangat, apa kau merasa terpaksa menemaniku?”

“Eh, tidak...aku—“

“Apakah kau tidak percaya padaku?” selidik Min-woo. “Bukankah aku sudah berjanji padamu, kalau ini masalah quis-mu besok, aku akan mengantarmu pulang tidak lebih dari jam 10 malam ini.”

“Iya Minu, aku tau,” jawabnya, “Aku tidak bilang, aku tidak percaya padamu. Tapi hasil pertemuanku dengan Mr. Lee tadi sempat membuatku takut.”

“Memangnya apa yang dikatakan Mr. Lee?”

“Aku tidak berhasil mendapatkan ijin penelitianku, karena nilai-nilaiku yang semakin anjlok—“

“Apa kau menyalahkanku?” sela Min-woo dengan nada kecewa.

Senin, 07 Februari 2011

ANOTHER LOVE STORY...Chap 3

Disclaimer: Kisah ini hanya sekedar fanfics (Fiktif)  belaka, nama tokoh, kisah, tanggal dan tempat kejadian yang terdapat di sini hanyalah  berdasarkan rekaan penulis belaka.


Chapter 3



-Yuseong-gu, Daejeon-

“Aaah...hari ini bener-bener melelahkan!” keluh Tia, sambil menepuk-nepuk pundaknya yang pegal.

“Dasar pengeluh!” maki Syindi yang saat ini berjalan di depannya.

“Apa kau bilang?”

“Kau...pengeluh..” olok Syindi lambat-lambat.

“Kurang ajar, kamu tuh gak bisa ya, kalo sehari aja gak nyari masalah ama aku?” balas Tia geram.

“Emang kenyataan kok!”

“Kau?!” Tia tak melanjutkan kata-katanya, karena tiba-tiba dia melihat Syindi diam sekaku patung di pintu rumah. Karena penasaran, dia menggeser tubuh Syindi untuk menyaksikan apa yang terjadi, hingga membuat Syindi syok begitu.

“Kak Hyuk-jae?!” panggil Tia, yang disapa pun menoleh ke arah pintu dan buru-buru meletakkan ponselnya di sofa. Ternyata karena terlalu asyik bermain game di ponselnya, Hyuk-jae tak memperhatikan kedatangan Syindi dan Tia. Hyuk-jae langsung menyeringai senang saat mengetahui kedatangan mereka.

“Hai, Tia, Syindi!” sapanya dengan gaya bak superstar yang sedang menyapa penggemarnya.

“Ngapain kamu di sini?” tanya Syindi tajam.

Hyuk-jae berdecak, “Emangnya aku gak boleh ke sini ya?”

“Pulang aja sana! Aku gak mau ketemu kamu!” bentak Syindi.

“Ha? Pulang? Kamu ge’er banget deh...sapa juga yang bilang kalo aku ke sini buat ketemu kamu,” Hyuk-jae tertawa.

“Trus? Ngapain kalo bukan ketemu aku?”

Kamis, 03 Februari 2011

ANOTHER LOVE STORY...Chap 2

Disclaimer: Kisah ini hanya sekedar fanfics (Fiktif)  belaka, nama tokoh, kisah, tanggal dan tempat kejadian yang terdapat di sini hanyalah  berdasarkan rekaan penulis belaka.


Chapter 2


-Rumah Kontrakan, Yuseon-gu-

“Itulah, makanya jangan suka ngeledekin orang yang lagi kena musibah, ada temen jatoh kena bola malah diketawain. Kena batunya kan!” olok Tia disertai tawa geli, hingga semakin membuat Syindi geram dan membanting pintu kamar tidurnya hingga menimbulkan bunyi berdebam keras. Membuat Tia semakin terkikik geli melihat kelakuannya.

“Emangnya dia kenapa?” tanya Yuli yang sejak tadi sedang asyik memakan nasi goreng buatannya di meja makan.

“Dia baru aja ketemu ama temen lamanya, atau tepatnya musuh lamanya,” ujar Tia kembali terkikik geli.

“Temen lama?” tanya Yuli tak mengerti.

“Jadi mereka udah saling kenal ya Tia?” tanya Mila menimpali. “Bukannya cowok itu orang Korea? Gimana dia bisa kenal ama Syindi?”

“Cowok? Siapa?” tanya Yuli lagi karena dia semakin tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Mila dan Tia. Tadi dia tak bisa menemani mereka berkeliling karena harus mengikuti kuliah Mikrobiologi di kampusnya.

Setelah berhenti tertawa, Tia menjelaskan. “Gini, cowok tadi itu emang orang Korea asli. Dia tuh dulu sempet tinggal di Indonesia, soalnya Ayahnya dulu pernah jadi dubes Korea di Indonesia. Tapi karna udah gak menjabat lagi, ya mereka pulang ke Korea,” jelas Tia yang disambut o panjang oleh kedua seniornya itu.

“Oh, jadi kalian pernah satu sekolah ama cowok tadi ya?”

Selasa, 01 Februari 2011

ANOTHER LOVE STORY...Chap 1

Annyoong Member, aku ada FF baru nih...tapi masih agak bingung mau diterusin apa enggak, takutnya ceritanya kurang menarik. jadi sekarang aku publish dulu chapter awalnya biar kalian semua bisa baca dan komen, kira-kira menarik gak? kalau menarik nanti saya lanjutkan....tapi kalau membosankan yah, gak jadi dilanjot hihihi..*dasarr gak niat*, jadi mohon komentarnya yang jujur yaa!! makasiii......*bow*

_____________________________________________

Disclaimer: Kisah ini hanya sekedar fanfics (Fiktif)  belaka, nama tokoh, kisah, tanggal dan tempat kejadian yang terdapat di sini hanyalah  berdasarkan rekaan penulis belaka.


ANOTHER LOVE STORY...


 
Chapter 1



-Bandara Soekarno-Hatta-

“Doakan aku ya Bu!” kata Syindi kepada Ibunya. Saat ini, dia akan berangkat ke Korea, tepatnya ke Kota Daejeon untuk meneruskan kuliahnya di KAIST (Korea Advanced Institute of  Science and Technology).  Tiga bulan yang lalu, dia bahagia sekali karena mendapat pemberitahuan bahwa dirinya diterima kuliah di Korea dengan beasiswa. Betapa tidak, selama ini, dia sangat memimpikan bisa kuliah di negeri itu. Apalagi saat ini dia mendapatkannya dengan beasiswa full credit, tentu itu sangat membanggakan. Walaupun dengan persyaratan yang cukup ketat, karena setelah 2 tahun kuliah, beasiswanya bisa saja dicabut apabila Indeks Prestasinya tidak mencapai angka 3. Aku harus berjuang!!, pikirnya saat itu.

“Ibu dan Ayah akan selalu mendoakanmu Nak! Kau hati-hatilah di sana. Jangan sampai sakit, dan ingat, belajar yang rajin ya, jangan sia-siakan kesempatan ini. Ayah dan Ibu sangat bangga padamu.” Ibunya lalu memeluk Syindi dengan berlinangan air mata karena harus berpisah dengan putrinya dalam jangka waktu yang cukup lama dan terpisah dengan jarak yang tidak dekat.

“Baik Bu,” sahutnya seraya membalas pelukan Ibunya. Hatinya cukup sedih, karena harus terpisah jauh dari kedua orang tua tercintanya. Tapi, ini adalah jalan hidup yang dipilihnya sendiri, dia harus tegas.

“Masuklah, pesawatmu akan segera berangkat!” kata Ayah Syindi, yang tiba-tiba menyela adegan mengharukan tersebut.

“Iya Ayah, aku pergi dulu,” ucap Syindi pilu lalu bergegas menuju ke terminal pemberangkatan, setelah mencium kedua tangan orang tuanya.