
─Kim So Eun, Seoul, 2009─
“Hari ini hasilnya keluar, ya?” Kak Han Geng menggandeng tanganku dan tersenyum seolah hasil pemeriksaannya sama sekali tidak penting.
“Kim Bum tidak berangkat bersama kita ya?” tanyaku bingung.
Mama Kak Han Geng tersenyum singkat menanggapi pertanyaanku. ”Dia ada urusan, katanya...”
”Oooh...”
”Pasien Han Geng...” panggil perawat dari ruangan dokter. Spontan kami bertiga berdiri dan masuk ke ruangan itu.
Dokter membolak-balik hasil CT scan dengan dahi berkerut. Ia memandang kami dan tersenyum mempersilakan duduk. Sementara itu, dahinya kembali berkerut saat menatap hasil pemeriksaan itu.
”Han Geng, sudah berapa lama kau merasakan sakit di kepala seperti ini?” tanya dokter pada Kak Han Geng yang duduk di sebelahku.
”Sebenarnya sudah sejak setahun yang lalu, tapi yang terasa mengganggu baru akhir-akhir ini...”
Dokter berdehem untuk kembali menelusuri hasil pemeriksaan itu. ”Kau bisa melihat benjolan di sini?” ia menunjuk ke gambar pemeriksaan yang hitam putih. Tiba-tiba rasa takut melandaku. ”Ini gambar tumor pada lobus frontal di kepalamu...”
Mulutku terasa kering saat mengulangi kata-kata dokter itu. ”Tumor?”

