AUTHOR: FITRIA PRIMI APRILIA
- Chapter 5 -
Cast :
Shin Hyo Rin
Kim Hyun Joong
Kim Hyung Joon
Lee Yoo Hee
Cameo :
Yoon Ah Ra
Lee Dong Hae
Cerita sebelumnya (Chap.4)
Hyo-rin bertengkar dengan Hyun-joong karena Hyun-joong lebih memilih menemani Paris Hilton dan mengacuhkannya. Hyorin pergi meninggalkan Hyun-joong dengan perasaan marah, dia berjalan hingga halte bus. Tanpa disengaja Hyorin bertemu dengan idolanya, Ryeowook dan Kyuhyun Super Junior yang memberinya sarung tangan dan syal. Saat kuatir tidak bisa pulang, datanglah Hyung-joon.
-Shin Hyo-rin, Halte Bus-
“Hyung-joon...” Namja didepanku itu hanya diam. Setelah memastikan mantelnya sudah terpakai dengan benar di badanku, Hyung-joon menatapku tajam. “Bagaimana kau tahu aku disini?” Tanyaku penasaran. Diam-diam aku bersyukur atas kehadirannya. Aku tidak tahu apa jadinya nanti jika yang aku temui adalah orang jahat.
“Tadi aku ke rumahmu. Ibumu bilang kau keluar dengan kak Hyun-joong.” Hyung-joon berhenti sejenak, “Aku sengaja menunggu di depan hotel kalian melakukan pertemuan. Tak kusangka aku akan melihatmu keluar sendirian dengan berjalan kaki. Aku mengikutimu hingga halte ini.” Ya Tuhan… Sebegitu perhatiankah namja ini padaku?
“Terima kasih..” Ucapku tulus.
“Kenapa kau keluar sendiri? Mana kakakku?”
“Dia−“ Aku terdiam karena tidak menemukan kata-kata yang tepat.
“Apa dia mencampakkanmu?” Tuntutnya.
“Bukan begitu, dia hanya−“ Kenapa kau malah membelanya Hyo-rin? Dasar bodoh!
“Lebih mementingkan gadis berambut pirang itu dari pada dirimu.” Apa? Bagaimana dia tahu tentang gadis bernama Paris Hilton itu? “Selang beberapa saat setelah kau keluar, aku melihat kakakku bersama seorang gadis berkebangsaan asing.”
“Oh.. Jadi kau melihatnya..” Sahutku lemah sambil menundukkan kepala.
“Ayo, kau akan membeku kedinginan kalau terus disini.” Kemudian Hyung-joon menarikku menuju motornya. Aku menurut saja saat dia menyuruhku berpegangan dengan memeluk pinggangnya. Aku benar-benar linglung memikirkan sikap kak Hyun-joong padaku malam ini.
-Kim Hyung-joon pov-
Aku mengikuti gadis ini hingga ke sebuah halte bus. Hyo-rin benar-benar terlihat lesu, saat di halte aku bahkan melihatnya menangis. Hhh.. Entah apa yang sudah dilakukan kakakku padanya. Masih teringat pesan singkat yang dikirim kak Hyun-joong padaku beberapa saat lalu. “Tolong aku, jemput Hyo-rin. Aku harus menemani kolegaku. Aku sadar terlalu berlebihan padanya tadi, hingga membuatnya marah. Aku akan meminta maaf padanya nanti. Saat ini aku harap aku bisa mempercayaimu seperti janjimu waktu itu.”
Yah, aku sudah berjanji pada kakakku untuk melepaskan Hyo-rin dan tidak mengganggu hubungan mereka. Aku sadar aku hanya orang ketiga. Aku tahu kakakku sangat mencintai Hyo-rin, begitu juga Hyo-rin. Gadis itu pasti sangat mencintai kakakku. Aku akan mengalah demi melihat kakakku dan Hyo-rin bahagia.
Tampilkan postingan dengan label Kim Hyun Joong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kim Hyun Joong. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Januari 2012
I’M SORRY I LOVE HIM -Chap 4-
Chapter 4
Cast :
Shin Hyo Rin
Kim Hyun Joong
Kim Hyung Joon
Lee Yoo Hee
Cameo :
Kang Hea In
Park Dae Jia
Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Paris Hilton
-Sungai Han-
“Jadilah Kekasihku!”
Hyo-rin sangat terkejut mendengar ucapan Hyung-joon. Sejenak dia tak bisa berkata apa-apa sampai akhirnya Hyung-joong melepas pelukannya.
“Dasar bodoh, apa yang aku lakukan?” Ucap Hyun-joong lebih kepada dirinya sendiri sambil menunduk. Kemudian dia kembali menatap Hyo-rin yang masih diam terpaku. “Lupakan perkataanku tadi, seharusnya aku tidak mengucapkan itu.”
“Hyung-joon, aku—“
“Kau kekasih kakakku, harusnya aku menghormati itu dan tidak menjelekkannya didepanmu, maafkan aku..”
“Tidak apa-apa.” Hyo-rin masih sedikit terkejut dengan pengakuan Hyung-joon kepadanya. Dia tidak menyangka bahwa adik kekasihnya itu memintanya untuk menjadi kekasihnya. Dia bertanya-tanya dalam hati apakah Hyung-joon benar-benar mencintainya.
“Tapi asal kau tau, aku serius mengharapkan kau menjadi kekasihku karena aku benar-benar mencintaimu.” Hyung-joon melanjutkan perkataannya. “Aku ingin kau menerima ini..”
Itu adalah cincin yang berhiaskan permata berbentuk bintang yang dulu pernah dibeli Hyung-joon atas rekomendasi Hyo-rin. Cincin itu dulunya akan diberikan Hyung-joon pada kekasihnya. Tetapi karena hubungan mereka berakhir Hyung-joon mengurungkan niatnya itu.
“Ini kan...cincin yang kau beli bersamaku saat itu..” Hyo-rin menerima cincin itu dari tangan Hyung-joon. Sejenak dia memperhatikannya. ‘Cincin ini sangat indah’ batin Hyo-rin.
“Kalau kau juga punya perasaan yang sama padaku, pakailah cincin ini saat upacara kelulusan kita bulan depan. Saat aku melihatmu memakai cincin itu, aku anggap kau bersedia menjadi kekasihku.”
“Aku tidak yakin..” ucap Hyo-rin ragu.
“Pikirkanlah dulu, aku tidak buru-buru. Aku akan menunggumu..” Hyorin hanya menatap Hyung-joon heran, dia benar-benar tidak mengerti pikiran namja didepannya itu. “Ayo, aku akan mengantarmu pulang.” Lanjut Hyung-joon.
“Yah, baiklah.” Mereka berdua kemudian menuju ke tempat dimana motor Hyung-joon diparkir dan segera saja motor itu melaju dijalanan menuju rumah Hyorin.
Cast :
Shin Hyo Rin
Kim Hyun Joong
Kim Hyung Joon
Lee Yoo Hee
Cameo :
Kang Hea In
Park Dae Jia
Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Paris Hilton
-Sungai Han-
“Jadilah Kekasihku!”
Hyo-rin sangat terkejut mendengar ucapan Hyung-joon. Sejenak dia tak bisa berkata apa-apa sampai akhirnya Hyung-joong melepas pelukannya.
“Dasar bodoh, apa yang aku lakukan?” Ucap Hyun-joong lebih kepada dirinya sendiri sambil menunduk. Kemudian dia kembali menatap Hyo-rin yang masih diam terpaku. “Lupakan perkataanku tadi, seharusnya aku tidak mengucapkan itu.”
“Hyung-joon, aku—“
“Kau kekasih kakakku, harusnya aku menghormati itu dan tidak menjelekkannya didepanmu, maafkan aku..”
“Tidak apa-apa.” Hyo-rin masih sedikit terkejut dengan pengakuan Hyung-joon kepadanya. Dia tidak menyangka bahwa adik kekasihnya itu memintanya untuk menjadi kekasihnya. Dia bertanya-tanya dalam hati apakah Hyung-joon benar-benar mencintainya.
“Tapi asal kau tau, aku serius mengharapkan kau menjadi kekasihku karena aku benar-benar mencintaimu.” Hyung-joon melanjutkan perkataannya. “Aku ingin kau menerima ini..”
Itu adalah cincin yang berhiaskan permata berbentuk bintang yang dulu pernah dibeli Hyung-joon atas rekomendasi Hyo-rin. Cincin itu dulunya akan diberikan Hyung-joon pada kekasihnya. Tetapi karena hubungan mereka berakhir Hyung-joon mengurungkan niatnya itu.
“Ini kan...cincin yang kau beli bersamaku saat itu..” Hyo-rin menerima cincin itu dari tangan Hyung-joon. Sejenak dia memperhatikannya. ‘Cincin ini sangat indah’ batin Hyo-rin.
“Kalau kau juga punya perasaan yang sama padaku, pakailah cincin ini saat upacara kelulusan kita bulan depan. Saat aku melihatmu memakai cincin itu, aku anggap kau bersedia menjadi kekasihku.”
“Aku tidak yakin..” ucap Hyo-rin ragu.
“Pikirkanlah dulu, aku tidak buru-buru. Aku akan menunggumu..” Hyorin hanya menatap Hyung-joon heran, dia benar-benar tidak mengerti pikiran namja didepannya itu. “Ayo, aku akan mengantarmu pulang.” Lanjut Hyung-joon.
“Yah, baiklah.” Mereka berdua kemudian menuju ke tempat dimana motor Hyung-joon diparkir dan segera saja motor itu melaju dijalanan menuju rumah Hyorin.
I‘M SORRY I LOVE HIM -Chap 3-
-Chapter 3-
Cast :
Shin Hyo Rin
Kim Hyun Joong
Kim Hyung Joon
Lee Yoo Hee
Cameo :
All Member of Super Junior
-Shin Hyo-rin, Rumah Keluarga Shin, Kamar Hyo-rin-
“Apa kau masih merasa sedih mengenai kakakku? Mungkin dia benar-benar sedang sibuk saat ini hingga tak sempat menghubungimu. Dia bahkan belum menelpon lagi ke rumah sejak seminggu yang lalu.. ” Kata-kata Hyung-joon di kampus tadi masih berputar-putar dikepalaku.
Arrrgghhh!!! Hubungan jarak jauh ini benar-benar membunuhku!!!
Sudah hampir 2 tahun Kak Hyun-joong pergi ke Inggris untuk bekerja. Dan sudah beberapa bulan ini dia jarang menghubungiku. Padahal saat awal-awal disana, hampir tiap hari dia tak pernah absen menelponku atau hanya sekedar mengirimiku pesan singkat. ‘Apa-apaan ini?’ Aku membatin sambil terus meninju boneka kucing berukuran besar hadiah ulang tahunku lalu yang dia kirimkan dari Inggris.
“ Kalau kau tak suka lagi pada boneka itu, lebih baik kau berikan padaku saja.” Kata Yoo-hee santai sambil melangkah memasuki kamarku. “Daripada terus-menerus ditinju seperti itu.”
“Kapan kau datang?” Aku menyahutinya dengan lemah tanpa memandang ke arah sahabatku itu. Aku benar-benar frustasi, bahkan aku lupa untuk terkejut sebagaimana biasanya ketika Yoo-hee muncul tiba-tiba.
“Baru saja.” Yoo-hee kemudian ikut duduk diranjangku. “Kau benar-benar menyedihkan Hyo-rin.” Aku hanya diam dan tak menanggapi ucapannya.
“ Apa itu di leher si Momo?” Lanjutnya. Momo adalah nama boneka kucingku.”Bukankah itu kalung berbandul kunci yang diberikan Kak Hyun-joong padamu?”
“Iya..” Jawabku lemah.
“Kenapa kau pakaikan disitu?”
“Tidak apa-apa..” Aku berhenti sejenak. “Kalau begini terus, aku akan benar-benar selingkuh dengan adiknya.”
Pletak! Tiba-tiba saja Yoo-hee menjitak kepalaku.
Cast :
Shin Hyo Rin
Kim Hyun Joong
Kim Hyung Joon
Lee Yoo Hee
Cameo :
All Member of Super Junior
-Shin Hyo-rin, Rumah Keluarga Shin, Kamar Hyo-rin-
“Apa kau masih merasa sedih mengenai kakakku? Mungkin dia benar-benar sedang sibuk saat ini hingga tak sempat menghubungimu. Dia bahkan belum menelpon lagi ke rumah sejak seminggu yang lalu.. ” Kata-kata Hyung-joon di kampus tadi masih berputar-putar dikepalaku.
Arrrgghhh!!! Hubungan jarak jauh ini benar-benar membunuhku!!!
Sudah hampir 2 tahun Kak Hyun-joong pergi ke Inggris untuk bekerja. Dan sudah beberapa bulan ini dia jarang menghubungiku. Padahal saat awal-awal disana, hampir tiap hari dia tak pernah absen menelponku atau hanya sekedar mengirimiku pesan singkat. ‘Apa-apaan ini?’ Aku membatin sambil terus meninju boneka kucing berukuran besar hadiah ulang tahunku lalu yang dia kirimkan dari Inggris.
“ Kalau kau tak suka lagi pada boneka itu, lebih baik kau berikan padaku saja.” Kata Yoo-hee santai sambil melangkah memasuki kamarku. “Daripada terus-menerus ditinju seperti itu.”
“Kapan kau datang?” Aku menyahutinya dengan lemah tanpa memandang ke arah sahabatku itu. Aku benar-benar frustasi, bahkan aku lupa untuk terkejut sebagaimana biasanya ketika Yoo-hee muncul tiba-tiba.
“Baru saja.” Yoo-hee kemudian ikut duduk diranjangku. “Kau benar-benar menyedihkan Hyo-rin.” Aku hanya diam dan tak menanggapi ucapannya.
“ Apa itu di leher si Momo?” Lanjutnya. Momo adalah nama boneka kucingku.”Bukankah itu kalung berbandul kunci yang diberikan Kak Hyun-joong padamu?”
“Iya..” Jawabku lemah.
“Kenapa kau pakaikan disitu?”
“Tidak apa-apa..” Aku berhenti sejenak. “Kalau begini terus, aku akan benar-benar selingkuh dengan adiknya.”
Pletak! Tiba-tiba saja Yoo-hee menjitak kepalaku.
Minggu, 18 Desember 2011
I’M SORRY I LOVE HIM -Chap 2-
Hulahoyyy Semuaaa!!! sebenernyaa ni lanjutan FF I'm Sorry I Love Him-nya bukan aku yg bikin tapi siFITRIA PRIMI APRILIA cast yg jadi Shin Hyo-rin di FF inih, mungkin gara2 aku kelamaan gak ngelanjutin ni FF *masih bingung ama ITL & SWITCH* jadi dia berinisiatif bikin sendiri chap 2-nya hehe...*Mian Ndul*
Tapi tadi setelah kubaca, ceritanya menarik, walaupun ini karya FF perdana-nya...*Jempol daa*. Awalnya kusuruh dia sendiri yg publishin ni FF, tapi dia gak mau dan ngasih wewenang ke aku buat nge-publish ni FF. Ya udah deh, kebanyakan bacot saia hehe....saia Post ajah yaa....Moga gak pada lupa ya ama ni FF ^^
Chapter 2
-Rumah Keluarga Kim-
Seusai pesta perayaan kelulusan Hyun-joong malam itu, semua anggota keluarga Kim berkumpul di ruang keluarga. Tuan Kim Jae-wook beserta istrinya, Hwang Ji-sun dan putra kedua keluarga itu, Kim Hyung-joon, sedang berbincang-bincang ketika Hyun-joong datang.
“Hyun-joong, apa kau sudah mengantar Hyo-rin pulang?” Tuan Kim bertanya ketika melihat Hyun-joong masuk.
“Ya Ayah, aku baru saja mengantarnya pulang. Dia sudah sangat mengantuk sepertinya, sampai-sampai dia ketiduran saat di mobil tadi. Aku menyuruhnya langsung istirahat saat tiba di rumahnya.”
“Syukurlah. Kesini, duduklah. Ayah ingin berbicara denganmu.”
“Yoebo, apakah tepat membicarakannya sekarang? Hyun-joong pasti kelelahan setelah acara tadi.” Kata Nyonya Hwang. “Lagipula dia juga baru pulang setelah mengantar Hyo-rin pulang.”
Adik Hyun-joong, Hyung-joon pun ikut berbicara. “Ibu benar Ayah, hyung pasti sangat lelah saat ini.”
Tuan Kim hanya diam, dia terus memandang putra sulungnya itu. “Duduklah.” Perintahnya lagi.
Pemuda itu akhirnya duduk dikursi dihadapan ayahnya. “Sepertinya hal yang penting sekali, hingga semuanya berkumpul seperti ini.”
“Ayah akan langsung bicara pokok persoalannya. Kau ingat paman Tae-wook? Adik ayah yang tinggal di Inggris?”
“Ya, tentu saja.” Hyun-joong mulai bertanya-tanya. “Memangnya ada masalah apa?”
Kemudian Tuan Kim menceritakan semuanya . Mengenai adiknya, Kim Tae-wook, yang minggu lalu memberi kabar tentang adanya lowongan pekerjaan di perusahaan Green Peace miliknya di Inggris. Perusahaan itu bergerak dibidang rekayasa genetika tumbuhan yang akan menghasilkan tumbuhan-tumbahan berkualitas tinggi. Ketika mendengar bahwa Hyun-joong sudah lulus dari kuliahnya dari jurusan pertanian, pamannya tersebut langsung menghubungi ayah Hyun-joong untuk menawari Hyun-joong bergabung dengan perusahaannya.
Setelah mendengar itu Hyun-joong hanya terdiam. Ruangan keluarga tersebut terasa sangat sunyi. Akhirnya Tuan Kim angkat bicara.
“Tapi semuanya terserah padamu. Kau boleh tidak menerima tawaran pamanmu ini kalau kau menganggap kesempatan ini tidak cukup baik untukmu.”
Nyonya Hwang juga akhirnya ikut bicara, “Ayahmu benar Sayang.. Pikirkanlah dulu baik-baik. Kami juga tak akan memaksamu pergi ke Inggris kalau kau tak ingin kesana..”
“Aku juga ada sesuatu yang ingin ku sampaikan pada Ayah dan Ibu.” Tiba-tiba saja Hyung-joon menyela. “Aku akan pindah kuliah di Korea. Aku merasa kuliah di luar negeri kurang nyaman. Aku ingin disini saja, dekat dengan rumah, dekat dengan ayah dan ibu juga.”
Semua yang ada diruangan itu merasa terkejut, terutama Nyonya Hwang. “Tapi sayang—“
“Aku sudah memikirkannya baik-baik Bu.. Aku ingin kuliah disini, di Korea.” Hyung-joon berusaha menyakinkan kedua orangtuanya menengai rencana kepindahannya itu. “Lagipula jika hyung menerima tawaran paman Tae-wook dan pergi ke Inggris, rumah besar ini akan menjadi sepi karena hanya ada kalian berdua. Pasti kalian akan merasa kesepian.” Lanjutnya. “Aku ingin menemani kalian disini..”
Tuan Kim telihat berfikir sejenak. “Baiklah, kau sudah dewasa. Kau berhak mengambil keputusan atas apa yang akan kau lakukan.” Tuan Kim akhirnya menyetujui keputusan anak keduanya itu. “Apa kau sudah mengurus semuanya?” Lanjut Tuan Kim.
“Aku akan segera mengurus berkas-berkas kepindahanku minggu ini. Agar minggu depan aku sudah bisa mulai kuliah.”
“Universitas mana yang kau tuju?”
“Seoul University. Sama dengan Universitas hyung.”
“Baiklah.” Ujar Tuan Kim. “Dan kau Hyun-joong, pikirkan baik-baik tawaran paman Tae-wook. Kesempatan seperti ini tidak akan datang untuk kedua kalinya.”
“Ya Ayah, aku akan mempertimbangkannya.” Hyun-joong menjawab dengan lemah. Kepalanya sibuk bekerja. Saat itu banyak sekali pikiran yang mengganggu benaknya. Dan yang paling utama adalah, dia memikirkan bagaimana dengan Hyo-rin apabila dia menerima tawaran itu. Shin Hyo-rin, kekasih yang baru saja dia pacari, gadis yang telah menjadi bagian dari hidupnya akhir-akhir ini.
Tapi tadi setelah kubaca, ceritanya menarik, walaupun ini karya FF perdana-nya...*Jempol daa*. Awalnya kusuruh dia sendiri yg publishin ni FF, tapi dia gak mau dan ngasih wewenang ke aku buat nge-publish ni FF. Ya udah deh, kebanyakan bacot saia hehe....saia Post ajah yaa....Moga gak pada lupa ya ama ni FF ^^
Chapter 2
-Rumah Keluarga Kim-
Seusai pesta perayaan kelulusan Hyun-joong malam itu, semua anggota keluarga Kim berkumpul di ruang keluarga. Tuan Kim Jae-wook beserta istrinya, Hwang Ji-sun dan putra kedua keluarga itu, Kim Hyung-joon, sedang berbincang-bincang ketika Hyun-joong datang.
“Hyun-joong, apa kau sudah mengantar Hyo-rin pulang?” Tuan Kim bertanya ketika melihat Hyun-joong masuk.
“Ya Ayah, aku baru saja mengantarnya pulang. Dia sudah sangat mengantuk sepertinya, sampai-sampai dia ketiduran saat di mobil tadi. Aku menyuruhnya langsung istirahat saat tiba di rumahnya.”
“Syukurlah. Kesini, duduklah. Ayah ingin berbicara denganmu.”
“Yoebo, apakah tepat membicarakannya sekarang? Hyun-joong pasti kelelahan setelah acara tadi.” Kata Nyonya Hwang. “Lagipula dia juga baru pulang setelah mengantar Hyo-rin pulang.”
Adik Hyun-joong, Hyung-joon pun ikut berbicara. “Ibu benar Ayah, hyung pasti sangat lelah saat ini.”
Tuan Kim hanya diam, dia terus memandang putra sulungnya itu. “Duduklah.” Perintahnya lagi.
Pemuda itu akhirnya duduk dikursi dihadapan ayahnya. “Sepertinya hal yang penting sekali, hingga semuanya berkumpul seperti ini.”
“Ayah akan langsung bicara pokok persoalannya. Kau ingat paman Tae-wook? Adik ayah yang tinggal di Inggris?”
“Ya, tentu saja.” Hyun-joong mulai bertanya-tanya. “Memangnya ada masalah apa?”
Kemudian Tuan Kim menceritakan semuanya . Mengenai adiknya, Kim Tae-wook, yang minggu lalu memberi kabar tentang adanya lowongan pekerjaan di perusahaan Green Peace miliknya di Inggris. Perusahaan itu bergerak dibidang rekayasa genetika tumbuhan yang akan menghasilkan tumbuhan-tumbahan berkualitas tinggi. Ketika mendengar bahwa Hyun-joong sudah lulus dari kuliahnya dari jurusan pertanian, pamannya tersebut langsung menghubungi ayah Hyun-joong untuk menawari Hyun-joong bergabung dengan perusahaannya.
Setelah mendengar itu Hyun-joong hanya terdiam. Ruangan keluarga tersebut terasa sangat sunyi. Akhirnya Tuan Kim angkat bicara.
“Tapi semuanya terserah padamu. Kau boleh tidak menerima tawaran pamanmu ini kalau kau menganggap kesempatan ini tidak cukup baik untukmu.”
Nyonya Hwang juga akhirnya ikut bicara, “Ayahmu benar Sayang.. Pikirkanlah dulu baik-baik. Kami juga tak akan memaksamu pergi ke Inggris kalau kau tak ingin kesana..”
“Aku juga ada sesuatu yang ingin ku sampaikan pada Ayah dan Ibu.” Tiba-tiba saja Hyung-joon menyela. “Aku akan pindah kuliah di Korea. Aku merasa kuliah di luar negeri kurang nyaman. Aku ingin disini saja, dekat dengan rumah, dekat dengan ayah dan ibu juga.”
Semua yang ada diruangan itu merasa terkejut, terutama Nyonya Hwang. “Tapi sayang—“
“Aku sudah memikirkannya baik-baik Bu.. Aku ingin kuliah disini, di Korea.” Hyung-joon berusaha menyakinkan kedua orangtuanya menengai rencana kepindahannya itu. “Lagipula jika hyung menerima tawaran paman Tae-wook dan pergi ke Inggris, rumah besar ini akan menjadi sepi karena hanya ada kalian berdua. Pasti kalian akan merasa kesepian.” Lanjutnya. “Aku ingin menemani kalian disini..”
Tuan Kim telihat berfikir sejenak. “Baiklah, kau sudah dewasa. Kau berhak mengambil keputusan atas apa yang akan kau lakukan.” Tuan Kim akhirnya menyetujui keputusan anak keduanya itu. “Apa kau sudah mengurus semuanya?” Lanjut Tuan Kim.
“Aku akan segera mengurus berkas-berkas kepindahanku minggu ini. Agar minggu depan aku sudah bisa mulai kuliah.”
“Universitas mana yang kau tuju?”
“Seoul University. Sama dengan Universitas hyung.”
“Baiklah.” Ujar Tuan Kim. “Dan kau Hyun-joong, pikirkan baik-baik tawaran paman Tae-wook. Kesempatan seperti ini tidak akan datang untuk kedua kalinya.”
“Ya Ayah, aku akan mempertimbangkannya.” Hyun-joong menjawab dengan lemah. Kepalanya sibuk bekerja. Saat itu banyak sekali pikiran yang mengganggu benaknya. Dan yang paling utama adalah, dia memikirkan bagaimana dengan Hyo-rin apabila dia menerima tawaran itu. Shin Hyo-rin, kekasih yang baru saja dia pacari, gadis yang telah menjadi bagian dari hidupnya akhir-akhir ini.
I’m Sorry I Love HIM -PROLOG + Chapter 1-
I'm Sorry I love Him
PROLOG
Kutemukan diriku gugup saat mulai memasuki restoran bergaya eropa klasik bersama Kak Hyun-joong di depanku. Malam ini aku akan bertemu dengan anggota keluarga Kak Hyun-joong di pesta penyambutan kedatangan adiknya dari Amerika. Musik klasik mengalun lembut saat aku memasuki restoran tersebut.
“Tanganmu dingin sekali Hyo-rin,” ujar Kak Hyoon-jong karena dia memang menggandeng tanganku saat ini. “Kau gugup?”
“Gadis mana yang tidak gugup bila harus bertemu dengan orang tua kekasihnya,” akuku.
Kak Hyun-joong tersenyum menenangkan, “Tenanglah! Orang tua-ku konservatif, mereka tak akan menyidangmu.”
“Syukurlah!” jawabku pelan tapi sama sekali tak menghilangkan kegugupanku.
Kami pun sampai di salah satu meja yang saat ini telah ditempati oleh beberapa orang. Diantaranya sepasang pria wanita separuh baya yang kuperkirakan orang tua Kak Hyun-joong dan seorang pemuda tampan. Tak kalah tampan dengan Kak Hyun-joong dan entah mengapa jantungku berdebar saat memandangnya tersenyum padaku.
Pria tampan dan belia itu berdiri menyambut kedatangan kami, dan merangkul Kak Hyun-joong saat kekasihku itu tiba di hadapannya. “Aku merindukanmu Kak!”
“Aku juga!” jawab Kak Hyun-joong tulus.
“Sepertinya tidak begitu?” kata adiknya sembari menatapku. Tampan sekali!!
“Oh...kenalkan, ini Hyo-rin kekasihku,” Kak Hyun-joong memperkenalkan aku padanya, “Dan Hyo-rin, ini adikku Hyung-joon.”
“Hai Hyo-rin,” sapa Hyung-joon sembari menyalamiku dan menyunggingkan senyum menawannya. Dia benar-benar duplikat Kak Hyun-joong, sangat tampan dan manis. “Kau wanita paling beruntung, karena berhasil mendapatkan Kakakku.” Ya tuhan, kenapa jantungku menjadi berdetak lebih keras saat melihat senyumnya yang indah itu.
Tidak, tidak, tidak, Hyo-rin. Kau tidak bermaksud untuk menduakan Kak Hyun-joong kan? Terlebih pria itu adalah adiknya....
(Taken From...My Perfect Prince –Special Edition-)
Chapter 1
-Shin Hyo-rin, Seoul University of Agriculture-
Ku kembalikan perhatianku pada buku yang sedang kubaca, mencoba untuk memaknai kata-kata di buku tersebut, tapi tak berhasil. Aku resah, ya, benar aku resah dan bingung. Pikiranku dipenuhi oleh senyum manis pria itu. aku heran, mengapa aku selalu memikirkannya akhir-akhir ini. sejak pertemuan pertama kami di restoran itu. hah...sungguh aneh! Di satu sisi aku mencintai Kak Hyun-joong kekasihku, tapi kenapa di sisi lain, aku tak bisa melupakan Hyung-joon, adiknya.
“Buku itu bisa robek kalau kau remas terus!” aku terkesiap saat tiba-tiba seseorang menarik buku itu dari tanganku.
“Yoo-hee?!” jeritku kesal.
“Ketika hati berkata,” ia membaca judul buku yang tadi ia rebut dariku.
“Kembalikan!” pintaku tapi tak diacuhkannya. Ia malah membuka buku itu dan membacanya.
“Sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu!” komentarnya santai tapi tetap tak mengalihkan perhatiannya dari buku itu.
“Rupanya kau mulai main tebak lagi,” gumamku.
Kini Yoo-hee mendongak untuk menatapku, “Dan kau, kembali menyembunyikan sesuatu dariku.”
“Ah...sudahlah!” sergahku kembali merebut buku itu dan memasukkannya ke dalam tas. “Kau mau kemana?” aku bertanya saat melihatnya mulai beranjak dari kursinya.
“Aku harus kembali ke kantor.” Kantor? Ah...ya, aku ingat. Sejak beberapa bulan yang lalu, ia bekerja membantu Ayahnya di perusahaan Publishingnya, Dong-In Publisher.
“Hya! Yoo-hee?” panggilku berusaha mengejarnya, “Aku heran denganmu, kenapa kau dulu mengambil jurusan pertanian, kalau kau lebih tertarik ke dunia publishing?” tanyaku penasaran.
PROLOG
Kutemukan diriku gugup saat mulai memasuki restoran bergaya eropa klasik bersama Kak Hyun-joong di depanku. Malam ini aku akan bertemu dengan anggota keluarga Kak Hyun-joong di pesta penyambutan kedatangan adiknya dari Amerika. Musik klasik mengalun lembut saat aku memasuki restoran tersebut.
“Tanganmu dingin sekali Hyo-rin,” ujar Kak Hyoon-jong karena dia memang menggandeng tanganku saat ini. “Kau gugup?”
“Gadis mana yang tidak gugup bila harus bertemu dengan orang tua kekasihnya,” akuku.
Kak Hyun-joong tersenyum menenangkan, “Tenanglah! Orang tua-ku konservatif, mereka tak akan menyidangmu.”
“Syukurlah!” jawabku pelan tapi sama sekali tak menghilangkan kegugupanku.
Kami pun sampai di salah satu meja yang saat ini telah ditempati oleh beberapa orang. Diantaranya sepasang pria wanita separuh baya yang kuperkirakan orang tua Kak Hyun-joong dan seorang pemuda tampan. Tak kalah tampan dengan Kak Hyun-joong dan entah mengapa jantungku berdebar saat memandangnya tersenyum padaku.
Pria tampan dan belia itu berdiri menyambut kedatangan kami, dan merangkul Kak Hyun-joong saat kekasihku itu tiba di hadapannya. “Aku merindukanmu Kak!”
“Aku juga!” jawab Kak Hyun-joong tulus.
“Sepertinya tidak begitu?” kata adiknya sembari menatapku. Tampan sekali!!
“Oh...kenalkan, ini Hyo-rin kekasihku,” Kak Hyun-joong memperkenalkan aku padanya, “Dan Hyo-rin, ini adikku Hyung-joon.”
“Hai Hyo-rin,” sapa Hyung-joon sembari menyalamiku dan menyunggingkan senyum menawannya. Dia benar-benar duplikat Kak Hyun-joong, sangat tampan dan manis. “Kau wanita paling beruntung, karena berhasil mendapatkan Kakakku.” Ya tuhan, kenapa jantungku menjadi berdetak lebih keras saat melihat senyumnya yang indah itu.
Tidak, tidak, tidak, Hyo-rin. Kau tidak bermaksud untuk menduakan Kak Hyun-joong kan? Terlebih pria itu adalah adiknya....
(Taken From...My Perfect Prince –Special Edition-)
Chapter 1
-Shin Hyo-rin, Seoul University of Agriculture-
Ku kembalikan perhatianku pada buku yang sedang kubaca, mencoba untuk memaknai kata-kata di buku tersebut, tapi tak berhasil. Aku resah, ya, benar aku resah dan bingung. Pikiranku dipenuhi oleh senyum manis pria itu. aku heran, mengapa aku selalu memikirkannya akhir-akhir ini. sejak pertemuan pertama kami di restoran itu. hah...sungguh aneh! Di satu sisi aku mencintai Kak Hyun-joong kekasihku, tapi kenapa di sisi lain, aku tak bisa melupakan Hyung-joon, adiknya.
“Buku itu bisa robek kalau kau remas terus!” aku terkesiap saat tiba-tiba seseorang menarik buku itu dari tanganku.
“Yoo-hee?!” jeritku kesal.
“Ketika hati berkata,” ia membaca judul buku yang tadi ia rebut dariku.
“Kembalikan!” pintaku tapi tak diacuhkannya. Ia malah membuka buku itu dan membacanya.
“Sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu!” komentarnya santai tapi tetap tak mengalihkan perhatiannya dari buku itu.
“Rupanya kau mulai main tebak lagi,” gumamku.
Kini Yoo-hee mendongak untuk menatapku, “Dan kau, kembali menyembunyikan sesuatu dariku.”
“Ah...sudahlah!” sergahku kembali merebut buku itu dan memasukkannya ke dalam tas. “Kau mau kemana?” aku bertanya saat melihatnya mulai beranjak dari kursinya.
“Aku harus kembali ke kantor.” Kantor? Ah...ya, aku ingat. Sejak beberapa bulan yang lalu, ia bekerja membantu Ayahnya di perusahaan Publishingnya, Dong-In Publisher.
“Hya! Yoo-hee?” panggilku berusaha mengejarnya, “Aku heran denganmu, kenapa kau dulu mengambil jurusan pertanian, kalau kau lebih tertarik ke dunia publishing?” tanyaku penasaran.
Sabtu, 22 Januari 2011
MY PERFECT PRINCE (One Shot)
MY PERFECT PRINCE
Cast:
Fitria Primi Aprilia as Shin Hyo-rin
Kim Hyun-joong as Him Self
Yuli ~Admin Lee~ (Author) as Lee Yoo-hee
-Shin Hyo-rin, Seoul University of Agriculture-
“Hai...! kau melamun yaa? Dia memang tampan,” ledek Yoo-hee sahabatku.
“Ah...eh...tidak, aku tidak sedang memperhatikan Kak Hyun-joong kok,” sahutku kikuk.
“Ehm...kapan aku pernah bilang bahwa yang kau perhatikan itu Kak Hyun-joong?” tanyanya dengan memasang senyum andalannya.
“Hah...kau ini?!” kutinju lengannya ringan.
“Kau tak bisa berbohong padaku Hyo-rin, kau menyukainya kan? Sudah...jujur saja, pada sahabatmu sendiri kau masih tak mau jujur kah?”
Yoo-hee benar, aku memang selalu memikirkannya akhir-akhir ini. Kim Hyun-joong, kakak tingkatku, si pria sok sempurna itu, tapi tak salah dia memang sempurna. Selain tampan, dia juga pandai dan menjadi mahasiswa kesayangan dosen-dosen di kampusku. Tapi sikapnya yang dingin dan sok idealis itu yang awalnya membuatku tidak menyukainya. Namun entah mengapa akhir-akhir ini, aku selalu memikirkannya? Apakah aku mulai menyukainya? Hah...aku tak tau...semoga saja tidak...lagi pula, aku sekarang sedang dekat dengan seseorang walaupun hanya dari dunia maya, jadi tidak mungkin aku menyukainya...
“Kau mulai melamun lagi rupanya,” olok Yoo-hee kembali membuyarkan lamunanku.
“Ah...tidak kok, aku tidak sedang melamun.”
“Ya, kau memang tidak sedang melamun, cuma sedang memikirkan seseorang.”
“Kau ini peramal ya? Dari tadi kau main tebak saja!” gerutuku.
Cast:
Fitria Primi Aprilia as Shin Hyo-rin
Kim Hyun-joong as Him Self
Yuli ~Admin Lee~ (Author) as Lee Yoo-hee
-Shin Hyo-rin, Seoul University of Agriculture-
“Hai...! kau melamun yaa? Dia memang tampan,” ledek Yoo-hee sahabatku.
“Ah...eh...tidak, aku tidak sedang memperhatikan Kak Hyun-joong kok,” sahutku kikuk.
“Ehm...kapan aku pernah bilang bahwa yang kau perhatikan itu Kak Hyun-joong?” tanyanya dengan memasang senyum andalannya.
“Hah...kau ini?!” kutinju lengannya ringan.
“Kau tak bisa berbohong padaku Hyo-rin, kau menyukainya kan? Sudah...jujur saja, pada sahabatmu sendiri kau masih tak mau jujur kah?”
Yoo-hee benar, aku memang selalu memikirkannya akhir-akhir ini. Kim Hyun-joong, kakak tingkatku, si pria sok sempurna itu, tapi tak salah dia memang sempurna. Selain tampan, dia juga pandai dan menjadi mahasiswa kesayangan dosen-dosen di kampusku. Tapi sikapnya yang dingin dan sok idealis itu yang awalnya membuatku tidak menyukainya. Namun entah mengapa akhir-akhir ini, aku selalu memikirkannya? Apakah aku mulai menyukainya? Hah...aku tak tau...semoga saja tidak...lagi pula, aku sekarang sedang dekat dengan seseorang walaupun hanya dari dunia maya, jadi tidak mungkin aku menyukainya...
“Kau mulai melamun lagi rupanya,” olok Yoo-hee kembali membuyarkan lamunanku.
“Ah...tidak kok, aku tidak sedang melamun.”
“Ya, kau memang tidak sedang melamun, cuma sedang memikirkan seseorang.”
“Kau ini peramal ya? Dari tadi kau main tebak saja!” gerutuku.
Langganan:
Postingan (Atom)

