Jumat, 12 Agustus 2011

Nominee 'elfanfic' AWARD


Readers Setia 'elfanfic', kami sedang mengadakan acara di page 'elfanfic' *Facebook*



Berikut Rinciannya, 







Annyeong Haseo Memberdeul! Untuk menyambut Hari Lahir / Dirgahayu / Anniversarry *atau apa lah namanya* yang ke SATU tahun komunitas kita tercinta 'elfanfic'. Kami para Admin 'elfanfic' mengadakan acara 'elfanfic' AWARD untuk memilih siapa-siapa saja insan perFF-an yang pantas menerima penghargaan dari 'elfanfic' baik dari segi Author, cerita, artis FF pendukung, maupun para reader sendiri.

Agar semua ini dapat terwujud, kami membutuhkan bantuan Member semua untuk berpartisipasi dalam memilih siapa-siapa saja yang pantas menerima penghargaan itu. Pada putaran pertama ini, silahkan pilih Nominee-nya dulu sehingga didapatkan 5 besar terbaik.

Jika dirumuskan ada beberapa kategori penghargaan, antara lain sebagai berikut:

1. TOP Excellence Male Favourite---> kode = TOP Male<spasi>nama pemeran pria FF yang kamu suka *1'st Lead*.

2. TOP Excellence Female Favourite---> kode = TOP Female<spasi>nama pemeran wanita FF yang kamu suka *1'st Lead*

3. Excellence Male Favourite---> kode = E Male<spasi>nama pemeran pria FF yang kamu suka *2'nd Lead*

4. Excellence Female Favourite---> kode = E Female<spasi>nama pemeran Wanita FF yang kamu suka *2'nd Lead*

5. Supporting Role Male Favourite---> kode = SR Male<spasi>nama pemeran pembantu pria terfavorit

6. Supporting Role Female favourite---> Kode = SR Female<spasi>nama pemeran pembantu wanita terfavorit

7. Best Romantic Couple---> kode = RC<spasi>pasangan paling romantis terfavorit

8. Best Funny Couple---> kode = FC<spasi>pasangan paling lucu terfavorit

9. Best HOT Couple---> kode = HC<spasi>pasangan terpanas*teryadong* favorit.

10. Best Character---> kode = BC<spasi> karakter terfavorit di FF beserta judul FFnya.

11. Best Author---> kode = BA<spasi>nama Author terfavorit

12. Best FF---> kode= BFF<spasi>judul FF tervaforit

13. Best Reader *khusus kategori ini, para Admin dan Author yang memilih*

Dari ke 12 kategori di atas, diharapkan member dapat memilih sesuai dengan hati nuraninya sendiri siapa-siapa yang pantas menjadi Nominee dari masing-masing kategori.

Tuliskan pilihan kalian di Wall event ini, dengan format yang telah disebutkan di atas. Tiap orang bisa memilih 3 sampai 5 pilihan pada masing-masing kategori.

PILIH dari SEKARANG yak, paling LAMBAT tanggal 25 Agustus 2011.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih, semoga acara ini bisa menjadi ajang evaluasi bagi para insan perFFan di 'elfanfic'.



Salam

-Admin 'elfanfic'-



Bagi yang berminat ikutan, silahkan Like Page kami...dan sumbangkan suara Anda di Link ini http://www.facebook.com/event.php?eid=122988677797716


Selamat berpartisipasi ^^

Senin, 08 Agustus 2011

Is This Love -Chap 6-


Chapter 6




-Kediaman Keluarga Yoon-

Ah-ra mengejar Ayahnya yang berjalan dengan langkah cepat menuju rumah. “Ayah, tunggu!” jeritnya putus asa. Setelah pertemuannya dengan Taec-yeon di ruangan Ah-ra tadi, Tuan Yoon kembali teringat akan masa lalu kelam yang menimpa kehidupannya dan membuat rasa bersalah di sudut hatinya kembali mengemuka. “Ayah, kumohon!” rengek Ah-ra mencoba menarik lengan Ayahnya tetapi tak diacuhkan, “kau marah padaku?”

Akhirnya Tuan Yoon menghentikan langkahnya dan bergumam datar tanpa sedikitpun menoleh pada putrinya, “Apa kau masih sering bertemu dengan pemuda itu?”

Ah-ra melangkah ke hadapan Ayahnya dan buru-buru menggeleng untuk membantah pertanyaannya, “Sungguh, baru sekali ini aku bertemu dengannya, Ayah.”

Tuan Yoon menatap mata putrinya lurus-lurus seolah-olah pandangan itu dapat menembus ke dalam hatinya,  “Tapi matamu tidak berkata begitu,” tuding Tuan Yoon tak percaya.

“Maaf Ayah,” Ah-ra menunduk lesu, “memang sudah beberapa kali kami bertemu,” akunya, “tapi, aku berani bersumpah, baru kali ini aku berbicara berdua—“

“Kau masih mencintainya?!” sela Tuan Yoon membuat Ah-ra mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Kata-kata Tuan Yoon tidak berupa pertanyaan, tapi lebih pada pernyataan. Tuan Yoon pun terduduk lemah di sofa di sampingnya dengan mata memandang kosong ke depan. Ingatannya kembali pada 18 tahun silam, kala peristiwa kelam itu terjadi.



18 tahun yang lalu...


DISASTER LOVE - Chap 10 - Fanfiction Super Junior -

CHAPTER 10



Hea-in sedang mengambil susu dari kulkas ketika Sung-min memasuki dapur dengan wajah murung dan lesu.

“Selamat pagi,” sapa Hea-in, yang hanya dibalas seadanya oleh Sung-min. “Kurang tidur? Bukankah semalam kau lebih dulu selesai shooting?”

Sung-min duduk di kursi yang di susun di depan counter, dan mengusap wajahnya dengan kasar. “Aku tidak bisa tidur,” gumamnya. “Ah, apa kau melihat Dong-hae pagi ini?” tanyanya tiba-tiba.

Hea-in mengerutkan kening heran. “Dong-hae? Tidak, aku belum bertemu dengannya hari ini. Ada apa?”

Sung-min menghembuskan napas lelah. “Pergi ke mana dia…” gumamnya tanpa menjawab Hea-in.

“Ada apa sebenarnya— ah, itu dia,“ kata Hea-in tiba-tiba, ketika Dong-hae memasuki dapur lewat pintu belakang.

Secepat kilat Sung-min berputar di kursinya untuk menghadap Dong-hae. “Dari mana saja kau? Kenapa semalam tidak pulang!?” tuntut Sung-min.

Dong-hae melirik ‘kakaknya’ itu sekilas sebelum membuang muka. Semalam ia berjalan kaki ke bukit di sekitar kompleks vila untuk menangkan diri. Jika saja mereka berada di Seoul, ia pasti akan memilih pergi jauh menggunakan mobilnya, namun tak ada kendaraan lain di lokasi ini selain milik Tuan Kang, karena itu terpaksa ia berjalan kaki.

Berjam-jam ia duduk di bawah sebuah pohon, memikirkan apa yang telah terjadi, dan tetap tak bisa mengerti bagaimana mungkin Sung-min tega melakukan semua itu padanya. Dong-hae memang menyukai Seo-min, tetapi ia belum mengenal betul siapa dan bagaimana gadis itu. mungkin bila ia melihat Seo-min berciuman dengan pria lain—siapa saja selain Sung-min, sahabatnya sendiri—sakit yang dirasakannya tak akan sebesar ini. pengkhianatan Sung-minlah yang paling melukai hati Dong-hae.

Mengapa kak Sung-min tidak jujur saja padaku bila dia juga menyukai Seo-min? kenapa harus menusukku dari belakang? Bila dia jujur, kami bisa bersaing secara adil… tak perlu begini… semua itu yang dipikirkan oleh Dong-hae semalaman. Dan kekecewaannya pada Sung-min membuatnya tak berselera untuk bicara baik-baik dengan pria itu sekarang.

“Dong-hae, kita harus bicara,” kata Sung-min sambil beranjak dari kursinya untuk mendekati Dong-hae.

Hea-in benar-benar terkejut saat melihat sikap tak peduli yang Dong-hae pertunjukkan terang-terangan pada teman segrupnya itu. tak pernah dilihatnya Dong-hae bersikap sekasar ini sebelumnya.

“Dong-hae—“ perkataan Sung-min terhenti ketika Seo-min memasuki dapur.

Seketika langkah Dong-hae pun terhenti. Keduanya berhadap-hadapan di ambang pintu dapur yang menuju ruang makan. Tatapan tajam Dong-hae yang berbalut kekecewaan tertuju sepenuhnya pada Seo-min yang berusaha terlihat acuh tak acuh walau sebenarnya amat gugup dan merasa bersalah.

“Aku mau bicara denganmu,” kata Dong-hae.

“Tak ada yang perlu dibicarakan,” kata Seo-min santai sambil berjalan melewati pria itu.

“Ikut aku,” perintah Dong-hae tegas sembari menarik lengan Seo-min agar mengikutinya.

“Jelaskan padaku apa yang terjadi semalam,” pinta Dong-hae setelah berada di ruang tengah yang kosong.

Seo-min tak sanggup menatap wajah pria itu ketika menjawab. “Bukankah kau sudah melihatnya sendiri?”

Diam sesaat sebelum Dong-hae kembali bertanya. “Kak Sung-min kah orangnya?” tanyanya. “Pria yang kau suka?”

“Ya,” sahut Seo-min dengan berat hati.

Senin, 01 Agustus 2011

OUR HOLIDAY !!! - One Shoot - Fanfiction Super Junior -

OUR HOLIDAY !!!



- Cha Shin-woo - 
-  Goyangshi, Neunggok -

Dengan mengantuk aku menatap suasana malam hari di Neunggok lewat jendela taksi yang kutumpangi. Kami—aku dan Eun-hyuk—sedang berada di kota asal kekasihku itu. Sudah berbulan-bulan kami merencanakan perjalanan ini, karena sejak resmi pacaran—hampir setahun lalu—hingga sekarang aku belum pernah bertemu orangtua Eun-hyuk.

Selama beberapa bulan ini aku dan Eun-hyuk hanya dapat bertemu beberapa kali karena kesibukan kami masing-masing, apalagi sekarang Aquamarine sedang sibuk shooting untuk beberapa variety show—salah satu alasan mengapa kami sampai begitu larut sekarang ini juga karena aku harus lebih dulu menyelesaikan proses shooting Oh! My School bersama Dae-jia sebelum berangkat ke Neunggok—karena itu waktu libur yang hanya tiga hari ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya.

“…baiklah, akan kuhubungi lagi nanti,” kata Eun-hyuk pada managernya sebelum memutus sambungan telepon dan mematikan ponselnya agar liburan kami tidak terganggu. “Ah… akhirnya kita benar-benar berdua saja…” desahnya senang sambil menyandarkan kepalanya di pundakku. “Aku lelah sekali.”

Tanpa bicara kudorong kepalanya menjauh, tapi dengan ngotot Eun-hyuk kembali menumpangkan kepalanya di pundakku. Saat percobaan ketiganya juga tetap kutolak, dia menatapku dengan wajah cemberut.

“Kenapa?” tuntutnya dengan gaya kekanakan. “Kita jarang punya kesempatan begini, tapi kau malah dingin padaku. Gadis kejam,” gerutunya.

Aku memilih untuk tidak langsung berkomentar dan hanya menatap tajam matanya, membuatnya bergerak-gerak dengan gelisah di tempat duduknya. “Apa? Apa? Apa? Kenapa tiba-tiba aku merasa jadi seperti terdakwa begini?”

“Jadi aku gadis kejam, dan si pianis itu gadis cantiknya,” komentarku akhirnya dengan nada datar.

Wajah Eun-hyuk terlihat sangat menggelikan ketika menatapku kaget dengan mulut yang membulat membentuk huruf O. “Eh, ah… eh, kau menontonnya?” tanyanya kikuk.

Dengan santai aku bersedekap sembari mengamati tingkah gugupnya. “Strong Heart salah satu acara favoritku.”

Eun-hyuk tersenyum lebar dengan maksud untuk meluluhkan hatiku. “Itu tidak serius… hanya untuk pertunjukan. Lagi pula aku kan tidak macam-macam, hanya memujinya cantik—“

“Dan meminta nomor ponselnya,” selaku.

Eun-hyuk berpura-pura batuk. “Aku tidak benar-benar meminta nomor ponselnya. Hanya bercanda saja, agar penonton tertawa,” komentarnya pada akhirnya.

“Aku tidak tertawa.”

“Aish… masa kau tidak percaya padaku?” bujuknya sambil berusaha merangkulku, namun dengan sigap aku menghindar. Sempat terlihat olehku si supir taksi mengamati kami lewat kaca spion, tapi saat bertemu pandang denganku, dengan segera dia kembali menatap lurus ke jalan “Kalau tidak percaya cek saja ponselku. Ini, ini,” Eun-hyuk memaksaku untuk menerima ponselnya, tetapi dengan santai kumasukkan ponsel itu ke dalam tas ranselnya. “Cek dulu! Aku benar-benar tidak meminta nomornya!” desak Eun-hyuk frustasi.

“Aku hanya bercanda,” kataku pada akhirnya—tak tega mengerjainya lebih lama—sambil menutup mata dan mencari posisi duduk yang lebih nyaman. “Aww!” seketika mataku kembali terbuka sambil menjerit merasakan cubitan Eun-hyuk di pipiku yang langsung kubalas dengan menendang kakinya.

“Kau mengerjaiku!?” omelnya sambil mengusap kaki kanannya yang kutendang. “Padahal aku sudah cemas kau marah… argh, benar-benar…” gerutunya sambil menjauh dariku, menempel ke pintu taksi di sisi kirinya.

DISASTER LOVE - Chap 9 - Fanfiction Super Junior -

CHAPTER 9



- Vila -  

Dong-hae mengetuk pintu kamar itu untuk ketiga kalinya, dengan sabar menanti Seo-min membukakan pintu. Semalam gadis itu tidak kembali ke pesta. Hal yang disayangkan sekaligus disyukuri Dong-hae. Sayang karena ia masih ingin berdekatan dengan gadis itu, tapi juga bersyukur karena hal tersebut membuat Seo-min tak perlu melihat Hyun-in menciumnya. Karena itu, pagi ini, selagi para kru bersiap-siap, ia ingin bertemu Seo-min untuk mengajaknya sarapan bersama.

Klik. Suara pintu yang terbuka membuat Dong-hae tersenyum. Tetapi bukan Seo-min yang berdiri di hadapannya, melainkan Hea-in yang hanya mengenakan gaun tidur hitam mini dan tipis yang hanya dilapisi kimono merah tua yang sebenarnya tak ada gunanya untuk menutupi tubuh.

Mata Dong-hae terbelalak dan sesaat—sebagaimana pria normal—ia tak bisa mengalihkan pandangan dari kemolekan tubuh Hea-in yang terpampang di hadapannya, namun segera setelah hilang keterkejutannya, ia memalingkan wajahnya yang merona merah.

Hea-in mengamati reaksi pria di depannya dengan tersenyum sinis. Pria tetap pria. Sekalipun dia bilang tak menyukaiku, melihatku seperti ini tetap membuatnya bereaksi, pikirnya kesal.

“Apa yang membuat seorang Lee Dong-hae mendatangi kamarku sepagi ini?” tanya Hea-in dengan nada merayu.

“Eh, itu, aku… apa Seo-min ada?” tanya Dong-hae, masih tanpa menatap Hea-in.

Senyum di wajah Hea-in menghilang dengan cepat mendengar nama adiknya. “untuk apa mencari yang tak ada?” jawabnya. Wanita itu mengamati Dong-hae selama sedetik sebelum menerangkan. “Dia sudah keluar pagi-pagi sekali.”

“Oh, begitu. Ehm… terima kasih, kalau begitu aku pergi—“

Hea-in segera menghentikan kepergian Dong-hae dengan menangkap pundak pria tersebut. “Bagaimana rasanya?” bisiknya di punggung Dong-hae.

“aku tidak mengerti—“

“Dicium adikku Hyun-in tersayang?”

Dong-hae memutar kepalanya menatap Hea-in. seingatnya semalam wanita itu tak ada di pesta saat kejadian mengejutkan tersebut berlangsung, jadi bagaimana bisa? Apa dia mendengar dari orang-orang yang bergosip?

Melihat Dong-hae yang hanya terdiam kebingungan di hadapannya, Hea-in melangkah semakin dekat dan menempelkan jari telunjuknya di bibir pria itu. “Kalau kau bertanya padaku, jawabannya adalah aku sangat tidak suka. Aku tidak suka melihatnya. Sangat tidak suka.”

“Erhm… Nona Kang—“ Dong-hae berusaha beranjak mundur, tetapi Hea-in langsung mengalungkan tangannya di leher pria itu.

“Rambut ini,” ucap Hea-in sembari menyentuh rambut Dong-hae. “Telinga ini, wajah ini, mata ini, hidung ini, dan bibir ini…” ia terus menyentuh tempat-tempat yang disebutnya. “tak ada wanita lain yang boleh menyentuhnya selain aku,” katanya tegas.